KPK Panggil Anies Baswedan Hari Ini Atas Dugaan Korupsi Lahan DKI

0

KPK Panggil Anies Baswedan Hari Ini Atas Dugaan Korupsi Lahan DKIGaekon.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (21/9) memanggil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Hal ini dikonfirmasi oleh Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. Pihaknya mengungkapkan bahwa tim penyidik akan memanggil Anies sebagai saksi.

“Informasi yang kami terima, benar tim penyidik mengagendakan pemanggilan saksi untuk tersangka YRC dkk, di antaranya yaitu Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta),” kata Ali Fikri.

Pemanggilan ini menurut Ali dilakukan berdasarkan kebutuhan penyidikan. Sehingga dari keterangan para saksi, perbuatan para tersangka tersebut menjadi lebih jelas.

“Saat ini, tim penyidik terus melengkapi berkas perkara tersangka YRC dkk dengan masih mengagendakan pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah saksi,” ujarnya.

Ali mengatakan bahwa surat pemanggilan tersebut telah dikirim ke Anies. Pihaknya berharap Anies dapat memenuhi panggilan KPK.

“KPK berharap kepada para saksi yang telah dipanggil patut oleh tim penyidik untuk dapat hadir sesuai dengan waktu yang disebutkan dalam surat panggilan dimaksud,” katanya.

Tak hanya Anies, KPK juga memanggil Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi sebagai saksi untuk tersangka Dirut Perumda Sarana Jaya nonaktif, Yoory Corneles Pinontoan (YRC).

Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria yakin bila Anies tidak terlibat dalam kasus lahan tersebut. Riza juga memastikan Anies sebagai pimpinan yang patuh dan taat hukum.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima tersangka. Salah satunya adalah mantan Dirut Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan. KPK juga telah menahan Direktur PT ABAM (Aldira Berkah Abadi Makmur) Rudy Hartono Iskandar.

Tersangka selanjutnya adalah Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene. Lalu, ada satu lagi yang dijerat sebagai tersangka, yaitu korporasi atas nama PT Adonara Propertindo.

Mereka diduga terlibat korupsi pengadaan tanah di Pondok Rangon, Jakarta Timur, tahun anggaran 2019. Kasus dugaan korupsi ini mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 152,5 miliar.

D For GAEKON