KPK Pantau Program Prakerja dan Bansos, ICW: Firli Mirip Politisi

0

Gaekon.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bahuri dalam rapat bersama Tim Pengawas Penanganan Covid-19 DPR, Rabu (20/5), menyampaikan bahwa pihaknya sedang mendalami program kartu Prakerja yang diselenggarakan pemerintah.

“KPK juga saat ini sedang mendalami terkait dengan program Kartu Prakerja yang di bawah koordinasi Menteri Perekonomian,” kata Firli.

Program Prakerja sendiri sempat disinggung dalam rapat Komisi III DPR bersama KPK pada akhir bulan April yang lalu. Pada saat itu, sejumlah kejanggalan dalam program Prakerja diungkapkan oleh beberapa anggota Komisi III, dan mereka meminta KPK untuk menindak lanjuti hal tersebut.

Namun Firli menolak untuk menjelaskan lebih rinci sejauh mana pendalaman yang telah dilakukan KPK.

Firli juga melaporkan adanya penugasan sejumlah personel KPK di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan.

Dijelaskan oleh Firli, KPK juga menaruh perhatian besar pada penggunaan anggaran pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan pandemi ini. Dia mengingatkan jangan sampai ada persekongkolan korupsi anggaran tersebut.

“Dalam rangka penggunaan anggaran tidak ada persekongkolan untuk melakukan kolusi yang ujungnya berakhir korupsi,” tegas Firli. Namun, KPK tidak akan melakukan penuntutan bila kebijakan yang diputuskan berdasar itikad baik seperti yang diatur dalam Perppu No. 1 Tahun 2020.

Namun, KPK juga mendapatkan kritikan, seperti yang disampaikan peneliti dari Indonesian Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramdhana, yang menilai bahwa Firli lebih condong seperti politisi dibanding ketua KPK.

Hal ini didasari Firli yang sering mengikuti atau mengadakan acara yang bersifat seremonial. “Perlahan-lahan Firli Bahuri jauh lebih terlihat sebagai politisi dibanding ketua KPK,” kata Kurnia dalam keterangan tertulisnya yang diterima GAEKON, Kamis (21/5).

Kurnia mengungkit aksi masak nasi goreng yang dilakukan Firli Januari yang lalu. Demikian pula momen saat Firli mendampingi Mensos Juliari P Batubara untuk membagikan bansos di Jakarta.

Kurnia mempertanyakan aksi Firli tersebut, apakah sekedar gimik atau memang melakukan pengawasan. “Pertanyaan pentingnya, apakah Firli Bahuri juga memantau terselenggaranya bansos kepada masyarakat dari Sabang sampai Merauke? Atau hanya sekadar gimik belaka?” pungkas Kurnia.

W For GAEKON