Krisis Pasokan Oksigen Tabung, RSAI Bandung Tak Terima Pasien Sesak Napas Untuk Sementara

0

Krisis Pasokan Oksigen Tabung, RSAI Bandung Tak Terima Pasien Sesak Napas Untuk SementaraGaekon.com – Rumah Sakit Al Islam Bandung, Jawa Barat untuk sementara waktu tidak menerima pasien dengan keluhan sesak napas. Pasalnya, pihak rumah sakit krisis pasokan oksigen tabung.

Hal ini dikonfirmasi oleh pihak rumah sakit melalui akun media sosial instagramnya @rsalislambandung.

Pengumuman. Sehubungan dengan tidak tersedianya pasokan oksigen, maka sementara kami tidak dapat menerima pasien dengan keluhan sesak napas dan akan kami evaluasi hingga tanggal 7 Juli 2021,” tulisnya.

Krisis Pasokan Oksigen Tabung Mulai  Pekan Lalu

Kepala Bidang Informasi dan Pemasaran Rumah Sakit Al Islam Bandung Guntur Septapati mengatakan bahwa pasokan oksigen mulai tersendat sejak pekan lalu.

“Mulai terasa 2-3 hari yang lalu karena tiap hari kita butuh tabung oksigen terus. Untuk tabung oksigen itu tiap hari kita butuh 94 tabung dengan jadwal pengisian sehari dua kali. Sementara suplier yang biasanya kirim 60-an tabung, sekarang cuma bisa kirim 20 dan sisanya kita mencari terus,” kata Guntur.

Pihak rumah sakit akan kembali mengevaluasi keputusan tidak menerima pasien sesak napas ini hingga 7 Juli 2021 mendatang.

“Memang kami mulai hari ini ada pemberitahuan tersebut. Tapi ini karena dari supplier agak terhambat suplainya. Mereka ada masalah, saya enggak tahu persisnya masalah apa, cuma yang saya tahu demand-nya banyak sehingga suplai terganggu. Jadi untuk antisipasi itu, kita prioritaskan pasien yang ada di dalam (rawat) baik yang dirawat di HCU, ICU, dan IGD yang memang butuh oksigen,” kata Guntur.

Meski demikian, Guntur mengatakan bahwa pihak RSAI telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan pasokan oksigen dari penyedia maupun tempat lain. Namun sampai saat ini masih mengalami kendala.

“Kalau yang liquid dalam keadaan normalnya kita mengisi 3-5 hari sekali, tapi sejak volume pasien bertambah kita jadi maju 2 hari sekali. Saat ini kita khawatir sekali makin lama makin maju lagi dan sempat ada pemberitahuan kita enggak ada suplai. Kalau tiga hari ini kita masih bertahan bisa asal tidak menerima pasien lagi,” ujarnya.

Sementara itu, suplai oksigen liquid di RS Al Islam masih aman jika dibandingkan dengan oksigen tabung. Namun, ruang IGD rumah sakit belum terpasang saluran oksigen liquid. Sementara banyak pasien yang datang ke IGD dengan keluhan sesak napas.

“Nanti malam jam 2 dari suplier akan kirim yang liquid. Kalau yang tabung kita masih kesulitan,” ucap Guntur.

Atas kondisi krisis pasokan oksigen ini, pihak RS Al Islam terpaksa tidak dapat menerima pasien dengan keluhan sesak napas yang berlaku sejak Minggu (4/7).

D For GAEKON