Kritik Anies Soal Kelola Banjir, Giring Dan Pasha Debat Di Media Sosial

0

Kritik Anies Soal Kelola Banjir, Giring Dan Pasha Debat Di Media SosialGaekon.com – Unggahan Plt Ketua Umum (Ketum) PSI, Giring Ganesha di Instagram mengenai penanganan banjir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat kritikan dari mantan Wali Kota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau Pasha ‘Ungu’.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Dalam unggahannya di Instagram, 20 Februari 2021, Giring menyebut Anies tak pernah serius mengatasi banjir di Jakarta. Unggahan Giring itu pun dikritik Pasha. Politikus PAN itu mengatakan mengelola Jakarta tidak semudah mengkritik di media sosial.

“Saudaraku bro @giring yang terhormat.. saya izin komen di laman pa Plt.ketum psi.. judgement bro ketum terkait kapabilitas pa gub @aniesbaswedan yang bro anggap tidak mampu mengelola Jakarta saya kira terlalu naif dan kerdil.. mengelola Jakarta tidak semudah bro mengkritik di medsos..,” tulis Pasha.

Pasha menjelaskan bahwa pemerintah bekerja berdasarkan prinsip kebutuhan yang dilaksanakan berdasarkan sistem, regulasi, dan anggaran yang sudah dibagi-bagi tiap organisasi perangkat daerah (OPD).

“Saran bagi saudara2ku yang duduk diDPRD DKI Jakarta termasuk kader partai #PAN yang duduk di parlemen DKI untuk buka kembali blue print perencanaan pembangunan ibukota Jakarta sejak zaman Belanda yang mana saya yakin semuanya sudah tertuang di dalamnya termasuk jawaban persoalan bagaimana agar Jakarta tidak ‘lagi’ banjir,” tuturnya.

Pasha sepakat bahwa Pemprov DKI perlu memberikan perhatian khusus terkait program penanganan banjir, termasuk bagaimana menyelesaikannya dan perlunya dibentuk tim satgas banjir.

Sebelumnya, Giring mengkritik penanganan banjir Anies Baswedan di Instagram. Ia meminta Anies tak melempar kesalahan ke hujan dan banjir kiriman.

“Mas Gubernur @aniesbaswedan jangan cuma melempar kesalahan pada curah hujan dan banjir kiriman. Pada banjir kemarin, status pintu air di Bogor dan Depok normal. Artinya banjir terjadi karena Mas Gubernur Anies tidak punya rencana dan cara yang jelas untuk mengatasinya,” tulis Giring.

Giring menilai Anies tak memprioritaskan penanganan banjir dalam merancang anggaran. Anggaran DKI, kata dia, justru dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak mendesak, seperti pembayaran uang muka Formula E, yang rencananya digelar di Jakarta.

“Anggaran Jakarta diboroskan untuk hal-hal tak perlu. Lihat saja, untuk pembayaran uang muka Formula E, mempercantik JPO, atau mengecat genting-genting rumah warga. Dari sini, Gubernur Anies terlihat tidak mampu menyusun prioritas. Kebutuhan mendesak dinomorduakan, hal-hal bersifat kosmetik justru didahulukan,” papar Giring.

Menurut Giring, tak ada upaya Anies membuat Jakarta bebas dari banjir. Tak ada pengerukan sungai hingga pengecekan pompa menjelang musim hujan.

“Selain itu, menjelang musim hujan, tidak terlihat ada upaya untuk mengeruk sungai, membersihkan saluran air, dan mengecek pompa. Ketika tindakan-tindakan itu tidak dilakukan, mustahil Jakarta bebas dari banjir. Padahal anggaran DKI Jakarta lebih dari cukup untuk membiayai itu semua,” tuturnya.

Giring juga mengatakan bahwa Naturalisasi sungai yang selalu digembar-gemborkan Anies terbukti cuma konsep di atas kertas, tidak dikerjakan di lapangan sementara normalisasi sungai dihapuskan.

“Selama tiga tahun terakhir Mas Anies tidak pernah serius mengatasi banjir selain itu Mas Anies terbukti tidak punya kapabilitas mengelola Jakarta,” urainya.

D For GAEKON