Jadi Tersangka Kasus Suap, Begini Kronologi Transaksi “Upeti” Hakim Itong

0

Jadi Tersangka Kasus Suap, Begini Kronologi Transaksi “Upeti” Hakim ItongGaekon.com – Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat kini telah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus suap pengurusan perkara di pengadilan.

Melansir dari Suara.com, KPK menduga bahwa Hakim Itong turut menerima sejumlah pemberian dari pihak – pihak lain dalam sejumlah perkara di PN Surabaya. Hal ini akan didalami lebih lanjut oleh tim penyidik.

Dalam operasi tangkap tangan atau OTT ini, tim satgas KPK menyita uang mencapai Rp140 juta. Uang itu rencana untuk Hakim Itong Isnaeni. Uang tersebut diduga sebagai penerimaan awal dari perjanjian dalam pengurusan perkara di PN Surabaya.

Hakim Itong dijerat sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan atau OTT KPK bersama Panitera Pengganti Hamdan serta pemberi suap Hendro Kasiono (HK) pengacara selaku kuasa dari PT. SGP (Soyu Giri Primedika).

Hakim Itong dan dua tersangka lain akan dilakukan penahanan pertama selama 20 hari. Mereka mulai ditahan mulai Kamis, 20 Januari sampai 8 Februari 2022.

Untuk tersangka Hakim Itong akan ditahan di Rutan KPK Kavling C-1. Kemudian tersangka Hendro ditahan di Rutan di Polres Jakarta Timur. Kemudian tersangka Hamdan ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menjelaskan kronologi kejadian. Awalnya, Hakim Itong yang merupakan Hakim tunggal pada PN Surabaya menyidangkan salah satu perkara permohonan terkait pembubaran PT. Soyu Giri Primedika (SGP).

Pengacara dan yang mewakili PT SGP adalah tersangka hendro Kasiono (HK). Menurut Nawawi, diduga dalam mengurus perkara tersebut mencapai Rp1.3 miliar dimulai dari tingkat putusan Pengadilan Negeri sampai tingkat putusan Mahkamah Agung.

Sebagai langkah awal realisasi dari uang Rp1,3 Miliar dimaksud, tersangka Hendro menemui tersangka Hamdan selaku Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Surabaya.

“Meminta agar Hakim yang menangani perkaranya bisa memutus sesuai dengan keinginan tersangka Hendro Kasiono (HK),” ucap Nawawi

Agar prosesnya berjalan lancar, Hendro sering melakukan komunikasi dengan Hamdan. Dimana, komunikasinya itu memakai kode-kode untuk menyamarkan adanya rencana pemberian sejumlah uang.

“Menggunakan istilah “upeti” untuk menyamarkan maksud dari pemberian uang,” Ungkap Nawawi.

Nawawi menjelaskan putusan yang diinginkan oleh tersangka (Hendro Kasiono) diantaranya agar PT SGP dinyatakan dibubarkan dengan nilai aset yang bisa dibagi sejumlah Rp50 Miliar.

“Dan tersangka Hakim Itong Isnaeni Hidayat (IIH) menyatakan bersedia dengan adanya imbalan sejumlah uang,” kata Nawawi.

Sekitar bulan Januari 2022, kata Nawawi, tersangka Hakim Itong menginformasikan dan memastikan bahwa permohonan dapat dikabulkan dan meminta tersangka Hamdan menyampaikan kepada tersangka Hendro supaya merealisasikan sejumlah uang yang sudah dijanjikan sebelumnya.

Hamdan segera menyampaikan permintaan tersangka Hakim Itong kepada tersangka Hendro pada tanggal 19 Januari 2022.

“Uang lalu diserahkan oleh tersangka Hendro kepada tersangka Hamdan sejumlah Rp140 juta yang diperuntukkan bagi tersangka Hakim Itong,” ujarnya.

D For GAEKON