Kuasa Hukum Rizieq Datangi Polda Metro Jaya Klaim Akan Penuhi Panggilan

0

Kuasa Hukum Rizieq Datangi Polda Metro Jaya Klaim Akan Penuhi PanggilanGaekon.com – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, melalui kuasa hukumnya, yakni Aziz Yanuar, mengatakan bahwa Rizieq bersedia datang ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Bahkan ia mengklaim jika awalnya dirinya akan datang ke Polda Metro pada Senin lalu untuk diperiksa sebagai saksi, namun dikarenakan statusnya ditingkatkan penyidik menjadi tersangka, sehingga penjadwalannya menjadi berubah.

“Kan panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka ada suratnya, makanya kami ambil sekarang. Kapan waktunya pemeriksaan ditentukan, kami insya Allah akan penuhi,” kata Aziz di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 11 Desember 2020, seperti yang dilansir dari Tempo.co.

Pada saat proses pengambilan surat panggilan Rizieq sebagai tersangka, Aziz tidak sendiri, ia ditemani oleh dua kuasa hukum lainnya. Dengan mengantongi surat kuasa dari Rizieq, mereka langsung menuju ke Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Selain mewakili Rizieq, dirinya (Aziz) juga menjadi kuasa hukum bagi lima orang pentolan FPI lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diantaranya Haris Ubaidillah, Ali Alwi Alatas, Maman Suryadi, Ahmad Sobri Lubis, dan Idrus. Mereka adalah panitia inti dalam acara pernikahan putri Rizieq Shihab yang berujung dengan kerumunan yang terjadi di Petamburan.

Sebelumnya, diketahui Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus juga mengatakan bahwa pihaknya telah menetapkan Rizieq Shihab cs sebagai tersangka kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. Penetapan tersebut setelah pihak kepolisian melakukan sejumlah gelar perkara dan menemukan adanya unsur pidana dalam kasus kerumunan di Petamburan.

Dalam kasus tersebut, pihak kepolisian menjerat mereka dengan Pasal 160 KUHP tentang menghasut masyarakat supaya melakukan perbuatan pidana sehingga terjadi kedaruratan kesehatan di masyarakat dan Pasal 216 KUHP.

“Polri dalam hal ini akan mengenakan upaya paksa yang dimiliki, seperti penahanan dan penjemputan paksa,” ujar Yusri.

Z For GAEKON