Kurangi Ketergantungan Impor, Vaksin Merah Putih Akan Diproduksi Massal Tahun Depan

0

Kurangi Ketergantungan Impor, Vaksin Merah Putih Akan Diproduksi Massal Tahun DepanGaekon.com – Vaksin Merah Putih saat ini berproses di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Universitas Airlangga. Pengembangan vaksin mandiri ini untuk mengurangi ketergantungan impor.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNBC, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan bahwa Lembaga Eijkman ini akan bekerja sama dengan PT Bio Farma.

“Lembaga Eijkman ini akan bekerja sama dengan PT Bio Farma, uji klinik akan selesai pada 2022, EUA (Emergency Use Authorization/Penggunaan Darurat) September 2022, produksi masal Oktober 2022,” jelasnya.

Sementara itu, pada Jumat (9/4) lalu sudah dilakukan uji praklinik dengan binatang yang bekerja sama dengan Unair.

“Yang kedua kerja sama dengan Unair, ini sudah mulai 9 April sudah uji praklinik dengan binatang, kemudian uji klinik selesai September, EUA Oktober 2021 dan mulai melakukan produksi massal,” terangnya.

Dua vaksin tersebut masih dalam pendampingan BPOM. Terkait Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) sudah dilakukan beberapa kali dengan UNAIR. Tepatnya Desember 2020 lalu dan Maret 2021.

“Ekspektasi CPOB bulan Mei sudah dapat ke PT Biotis, fasilitas produksi yang disiapkan untuk clinical lots dan komersial. Dan berbagai proses sudah dilakukan, kami juga susun buku untuk rujukan tahapan produksi obat,” tambahnya.

Penny berbicara mengenai perkembangan vaksin merah putih di Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (8/4).

Sebelumnya, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menjelaskan pengembangan vaksin mandiri untuk mengurangi ketergantungan impor.

“Jaminan negara produksi ini mengurangi ketergantungan impor. Merah putih untuk kemandirian,” katanya.

Vaksin ini diproduksi sejumlah perguruan tinggi dan lembaga penelitian RI yang bekerja sama dengan lembaga luar negeri.

Honesti mengatakan bahwa LBM Eijkman Institute akan memberikan seed vaccine sekitar Maret atau April mendatang. Jika prosesnya lancar, produksi vaksin ini akan terjadi pada Q3 2022.

D For GAEKON