Kurangi Pencemaran Lingkungan, Bocah SD Di Surabaya Ini Kelola Limbah Plastik Jadi Ecobrik

0

Kurangi Pencemaran Lingkungan, Bocah SD Di Surabaya Ini Kelola Limbah Plastik Jadi EcobrikGaekon.com – Banyaknya sampah plastik di sekitar yang tidak dikelola membuat bocah kelas 4 SDN Nginden Jangkungan 1 Surabaya ini memanfaatkannya dengan membuat ecobrik.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Ahmad Arkaan Taamir atau akrab disapa Arkaan membuat ecobrik untuk mengurangi limbah plastik yang dapat mencemari lingkungan.

“Karena banyak sampah plastik di sekitar rumah yang tidak dikelola dengan baik. Di mana jika dibiarkan terus menerus bisa membahayakan lingkungan, merusak pemandangan, hingga merusak ekosistem,” kata Arkaan.

Arkaan mulai membuat ecobrik ini sejak Januari 2021. Saat ini ia telah berhasil mengolah sekitar 450 kilogram sampah plastik menjadi ecobrik.

“Target saya membuat sekitar 2000 botol ecobrik. Untuk saat ini sudah ada sekitar 731 botol yang sudah saya buat,” ujarnya.

Rencananya, bocah 9 tahun ini akan memanfaatkan ecobrik untuk membuat dinding kamar di rumahnya. Selain membuat dinding rumah dengan ecobrik, Arkaan juga membuat tempat sampah otomatis dengan ecobrik.

Dengan bantuan sang ayah, Arkaan membuat tempat sampah tersebut. Agar bisa dibuka tutup secara otomatis, Arkaan menggunakan motor servo ardiuno HC-SR-04 dan sensor ultrasonik HC-SR-04.

“Untuk membuat tempat sampah ini saya dibantu ayah. Kalau ingin membuang sampah tinggal menempelkan telapak tangan aja pada sensornya. Lalu tempat sampah akan terbuka secara otomatis,” jelasnya.

Arkaan kini berhasil mengadopsi 47 warung kopi hingga tempat laundry di daerah sekitar Nginden hingga Medokan Semampir.

“Setiap hari saya bisa mendapatkan sekitar 7 kg sampah plastik dari warung adopsi,” tambahnya.

Berkat proyek Ecobrik Magic itu, Arkaan pun lolos dalam seleksi Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup tingkat SD 2021.

“Semoga apa yang saya lakukan ini bisa membawa dampak bagi lingkungan dan membawa manfaat,” pungkasnya.

Arkaan juga menjelaskan cara membuat ecobrik ini. Limbah sampah yang ia dapatkan dari warga sekitar dan warung adopsi di cuci terlebih dahulu lalu dikeringkan.

Selanjutnya plastik di potong menjadi bagian kecil dan tinggal dimasukkan ke dalam botol plastik berukuran 1.500 ml dan dipadatkan hingga penuh. Untuk standartnya, botol ukuran 1.500 ml itu 500 gram. Dalam sehari Arkaan bisa membuat sekitar 7 botol.

D For GAEKON