Lagi Naik Daun, Aplikasi Clubhouse Terancam Diblokir

0

Lagi Naik Daun, Aplikasi Clubhouse Terancam DiblokirGaekon.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memblokir Aplikasi yang tengah naik daun, Clubhouse.

Pemblokiran ini dikarenakan, Clubhouse belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Indonesia.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kompas, Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan bahwa ketentuan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2020 yang diundangkan pada November lalu.

“Sesuai PM Nomor 5 Tahun 2020, bagi (PSE) yang tidak mendaftar sesuai kebijakan yang berlaku, akan mendapat sanksi administrasi berupa pemutusan akses,” ungkap Dedy.

Regulasi tersebut mengatur tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik Lingkup Privat. Dalam peraturan itu, Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat didefinisikan sebagai penyelenggaraan Sistem Elektronik oleh orang, badan usaha, dan masyarakat.

Kewajiban pendaftaran PSE diatur dalam Pasal 2, yang tertulis bahwa “kewajiban melakukan pendaftaran bagi PSE Lingkup Privat dilakukan sebelum Sistem Elektronik mulai digunakan oleh Pengguna Sistem Elektronik”.

Dalam situs pse.kominfo.go.id, Clubhouse memang belum terdaftar. Namun ada beberapa platform yang beroperasi di Indonesia, tetapi belum terdaftar. Menurut Dedy, beberapa di antaranya masih dalam proses.

Dedy berharap, Clubhouse bisa segera mendaftar sesuai ketentuan agar tidak dikenai sanki dan ancaman pemblokiran.

Dedy menjelaskan bahwa masa pendaftaran PSE di Indonesia dibuka selama enam bulan sejak peraturan tersebut diundangkan pada 24 November lalu. Artinya, Clubhouse memiliki waktu setidaknya hingga 24 Mei 2021 mendatang untuk mendaftarkan diri.

“Clubhouse belum terdaftar di Kominfo,” kata Dedy.

Clubhouse ini merupakan jejaring sosial berbasis audio. Lewat aplikasi ini, pengguna bisa melakukan streaming audio, panggilan telepon, hingga membuat acara dengan topik khusus yang dikemas dalam bentuk podcast.

Pengguna Clubhouse bisa mendengarkan streaming dari kalangan selebritas atau influencer. Bedanya, yang ditampilkan bukanlah berupa video, melainkan hanya suara dari sejumlah partisipan yang ada di dalamnya.

Clubhouse bisa diartikan sebagai platform untuk mengadakan diskusi virtual dengan topik tertentu yang nantinya dapat disaksikan secara langsung oleh pengguna lainnya. Semakin banyak topik dan orang yang diikuti, semakin sering pula muncul rekomendasi acara yang sesuai dengan preferensi.

Tampilan ruang obrolan di aplikasi Clubhouse juga terbilang sederhana. Hanya ada foto profil berikut nama pengguna di bawahnya. Ruang obrolan di aplikasi Clubhouse diklaim mampu menampung sekitar 5.000 partisipan.

Saat perbincangan selesai, ruang obrolan akan diselesaikan oleh moderator dan ditutup secara otomatis. Namun, pengguna Clubhouse tidak bisa menyimpan maupun merekam sesi percakapan yang sudah berlangsung.

Aplikasi ini belum bisa dimonetisasi. Clubhouse tidak menyediakan tools editing, efek suara, filter transisi, serta cuplikan iklan di dalamnya. Keanggotaan Clubhouse juga masih bersifat terbatas.

Peminat yang belum memiliki akun harus mendapat kode undangan terlebih dahulu dari orang yang sudah menjadi anggota Clubhouse. Anggota baru nantinya akan mendapat hak untuk mengundang dua orang lain.

Jumlahnya akan ditambah seiring dengan meningkatnya pemakaian. Pengundang harus memiliki nomor telepon orang yang akan diundang untuk dikirimi pesan berisi tautan ke situs Clubhouse.

Meski sudah populer, Aplikasi Clubhouse ini baru menjangkau pengguna iOS saja. Namun pengembang aplikasi ini menyebut sedang mengerjakan versi Android.

Aplikasi ini dirilis di AS pada Maret 2020 lalu. Clubhouse dikembangkan oleh perusahaan software bernama Alpha Exploration Co.

D For GAEKON