Lagi, Permohonan Sidang PKPU Nasabah Koperasi Indosurya Terdaftar Di PN Jakpus

0
Lagi, Permohonan Sidang PKPU Nasabah Koperasi Indosurya Terdaftar Di PN Jakpus

Gaekon.com – Polemik gagal bayar yang mendera Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya terus bergulir. Kini ada satu nasabah Indosurya lagi yang mengajukan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Jakarta Pusat.

Nasabah yang mengajukan tersebut bernama Hendi Yanto. Permohoan PKPU itu sudah terregister di PN Jakpus dengan Nomor Perkara 88/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst. Permohonan itu tercatat pada tanggal 22 April 2020.

Pada data umum perkara itu disebut nama Pemohon Hendi Yanto. Sementara pihak Termohon adalah KSP Indosurya Cipta. Beberapa nama pengurus Indosurya disebut dalam detail perkara itu, antara lain Sonia, Mila Pertiwi Soeminto, Charly Crenna Darussalam, Suwito Ayub, Leonardus Agus Susanto.

Sebelumnya, Nasabah bernama Tirta Adi Kusuma melakukan upaya hukum permohonan PKPU yang daftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 5 Maret 2020 dengan register perkara dengan nomor 66/ Pdt.sus-PKPU /2020/PN Niaga Jakarta Pusat.

Sidang itu akan dilanjut lagi pada Selasa 28 April 2020 dengan agenda pembacaan isi putusan. Bila nantinya Permohonan PKPU Tirta Adi Kusuma itu ditolak, maka permohonan nasabah Handi Yanto akan berlanjut ke sidang berikutnya.

Namun bila Permohonan PKUP Tirta Adi Kusuma diterima oleh majelis hakim, maka permohonan nasabah Hendi Yanto ini bakal ditolak.

Nantinya sidang lanjutan akan tetap digelar. Namun agendanya oleh Majelis Hakim akan disarankan dicabut permohonannya. Sebab, dalam sidang Permohonan PKPU hanya boleh ada satu pemohon yang putusannya diterima.

Diketahui sebelumnya, KSP Indosurya Cipta (ISP) mengalami gagal bayar kewajiban hingga Rp 10 triliun lebih terhadap nasabahnya. Bahkan akibat dari kasus ini, ISP sampai harus melakukan PHK terhadap mayoritas karyawannya. Bukan cuma PHK, karyawan pun tidak diberikan pesangon lantaran perusahaan tak lagi memiliki bisnis yang menghasilkan.

Kabar pahit ini terungkap pada 24 Februari 2020, saat itu ISP mengeluarkan memo kepada nasabahnya bahwa pengembalian dana harus diperpanjang 6 bulan sampai 4 tahun. Perpanjangan itu dilakukan tergantung dari jumlah dana yang ditempatkan.

Setelah itu ISP mengeluarkan memo baru, isinya pengembalian dana tidak lagi diperpanjang melainkan dicicil 3-10 tahun. Ironisnya lagi pengembalian dana nasabah dilakukan tanpa bunga.

Boy (nama samaran), salah satu karyawan marketing ISP mengungkapkan sebagai koperasi simpan pinjam, ISP seharusnya menyalurkan dananya ke anggota yang meminjam. Namun berdasarkan informasi dari Boy, per bulannya ISP hanya menyalurkan pinjaman sekitar Rp 30-40 miliar.

Padahal menurut Boy dana yang masuk ke koperasi ada ratusan miliar rupiah sebulan. Dia mengatakan di tahun 2018 saja sudah ada dana hingga Rp 10 triliun.

“Kebetulan saya dekat dengan salah satu area manager lending di Indosurya. Saya lihat data orang lending se-Indonesia. Mereka paling kucurkan dana Rp 30-40 miliar sebulan. Sementara dana yang masuk ratusan miliar per bulan. Di 2018 saja dananya sudah Rp 10 triliun,” tuturnya kepada GAEKON.

K For GAEKON