Lambannya Penanganan, Sejumlah Jenazah Pasien Covid-19 Di Makassar Keluarkan Bau Busuk Lantaran Tertahan 24 Jam

0

Lambannya Penanganan, Sejumlah Jenazah Pasien Covid-19 Di Makassar Keluarkan Bau Busuk Lantaran Tertahan 24 JamGaekon.com – Sejumlah jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakir Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar tertahan selama 24 jam lantaran lambannya penanganan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, lambannya penanganan itu hingga membuat sejumlah jenazah tersebut mengeluarkan bau busuk.

Direktur RS Mengkritisi Lambannya Penjemputan Oleh Satgas

Direktur RSUD Daya Makassar, dr Ardin Sani mengkritisi hal itu. Pihaknya mengatakan bahwa proses penjemputan jenazah pasien Covid oleh Satgas Covid-19 Sulawesi Selatan sangat lamban.

“Kami melakukan pemulasaran jenazah lapor ke Satgas Provinsi Sulsel dan dijemputnya malam Selasa sekitar pukul 1 malam, dan ini sudah 24 jam di pemulasaran,” kata dr Ardin.

Ardin juga mengatakan bahwa jenazah pasien covid-19 itu sampai mengeluarkan bau amis tak sedap.

“Mayat sudah mengalami bau dan kami pihak rumah sakit berharap supaya kami ketika sudah dilakukan pemulasaraan cepat dilakukan proses penjemputan untuk penguburan,” tambahnya.

Direktur RSUD Daya berharap agar respon lebih cepat dari Satgas Covid-19 Sulsel untuk segera mengambil dan menjemput jenazah yang akan dimakamkan.

Sebelumnya, pada Sabtu (24/7) lalu, Ardin mengatakan ada tiga jenazah yang ditangani, dimana dua diantaranya meninggal dunia saat melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

Sehingga pihak RSUD Daya diberikan tanggung jawab untuk melakukan pemulasaran jenazah. Setelah melewati proses pemulasaran seharusnya jenazah segera dijemput untuk dimakamkan. Namun, jenazah baru dijemput pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WITA.

Ada satu lagi jenazah yang meninggal dunia di RSUD Daya pada Senin (26/7)  kemarin, namun jenazah baru dijemput Satgas Covid-19 Sulsel pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.00 WITA.

D For GAEKON