Langgar Aturan PPKM Darurat, 94 Pelaku Usaha Di Kota Malang Ditindak

0

Langgar Aturan PPKM Darurat, 94 Pelaku Usaha Di Kota Malang DitindakGaekon.com – Ditengah berlakunya PPKM Darurat, masih saja banyak pelaku usaha yang melanggar. Pada Selasa (13/7) di Kota Malang, ada sekitar 94 pelaku usaha yang ditindak karena melanggar aturan operasional.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, dari 94 penindakan itu, sebanyak 7 diantaranya disegel. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Operasi dan Penindakan Satpol PP Kota Malang, Antonio Viera.

Pihaknya mengatakan bahwa ketujuh tempat usaha yang disegel itu karena berulang kali melanggar aturan operasional selama PPKM darurat.

“Kami melakukan 94 penindakan. Dari total penindakan itu, tujuh tempat usaha disegel,” kata Anton.

Anton mengatakan para pelaku usaha yang melanggar aturan tersebut yaitu para pedagang kaki lima (PKL), kafe, dan warung makan. Mereka tersebar di beberapa wilayah.

“Penindakan kami lakukan di kawasan Sigura-gura, Blimbing, Kedungkandang, dan Sukun. Termasuk wilayah lain yang ada di Kota Malang,” ungkapnya.

Ada beberapa tahapan penindakan untuk para pelanggar aturan. Pelaku usaha akan diminta untuk membuat surat pernyataan terkait pelanggaran tersebut.

Anton menjelaskan secara rinci, dari total 94 pelaku usaha yang melanggar PPKM darurat tersebut, 41 tempat usaha diproses berita acara pemeriksaan (BAP) teguran tertulis dan 46 lainnya diminta untuk membuat surat pernyataan.

Melanggar Aturan PPKM 3 Kali, Usaha Disegel

Jika pelaku usaha tetap melakukan pelanggaran, akan diberikan teguran tertulis oleh Satpol PP Kota Malang. Namun, jika pelaku usaha tetap melanggar untuk ketiga kalinya, maka usaha akan disegel.

“Kami lakukan penyegelan, atau penyitaan barang. Apabila masih tetap membandel, langsung ditutup, atau dicabut izinnya,” terangnya.

Satpol PP Kota Malang akan terus melakukan pengawasan ketat selama masa PPKM darurat yang direncanakan berlangsung hingga 20 Juli 2021.

D For GAEKON