Langgar Hak Cipta, Tiktok Digugat PT Digital Rantai Maya Rp 13,1 Miliar

0

Langgar Hak Cipta, Tiktok Digugat PT Digital Rantai Maya Rp 13,1 MiliarGaekon.com – Aplikasi populer Tiktok dikabarkan digugat Rp 13,1 miliar oleh PT Digital Rantai Maya. Hal ini tertuang dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (SIPP PN Jakpus) pada Jumat (22/1).

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Tiktok dinilai melanggar hak cipta atas ciptaan lagu dan rekaman yang dimiliki PT Digital Rantai Maya.

Maka dari itu PT Digital Rantai Maya ajukan gugatan materiil sebesar Rp 3,1 miliar terkait tanpa izin melakukan penggandaan, pengedaran, dan penyebaran lagu-lagu pada master/sound rekaman.

Tak hanya itu, PT Digital Rantai Maya juga meminta ganti rugi Rp 10 miliar karena mengalami keresahan yang diakibatkan dari tekanan dan desakan. Sehingga kegiatan bisnis perusahaan di masa yang akan datang akan terganggu.

Berikut petitum lengkap gugatan PT Digital Rantai Maya:
1. Menerima dan mengabulkan Gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya.
Menyatakan bahwa Perjanjian Kerjasama antara PT Digital Rantai Maya (in casu PENGGUGAT) dengan Virgoun Teguh Putra tentang Label 2. Produk Rekaman No. DRM: Legal/DRM/055/X/2015 tertanggal 3 Nopember 2015 adalah sah.
3. Menyatakan PENGGUGAT adalah Pemegang Hak terkait atas hak cipta yang sah secara hukum atas karya cipta lagu-lagu dalam master sound/master rekaman.
4. Menyatakan Para Tergugat bukan pemegang hak terkait atas karya lagu-lagu dalam master sound/master rekaman.
5. Menyatakan Para Tergugat telah melakukan Pelanggaran terhadap hak terkait atas Hak Cipta milik PENGGUGAT dengan lagu-lagu dalam master sound/master rekaman.
6. Menghukum Para Tergugat untuk mengganti uang kepada PENGGUGAT sebesar Rp 3.100.000.000 karena secara tidak sah dan tanpa izin melakukan penggandaan, pengedaran, dan penyebaran lagu-lagu pada master sound/master rekaman milik PENGGUGAT.
7. Menghukum Para Tergugat untuk mengganti uang kerugian secara imateriil kepada PENGGUGAT sebesar Rp 10 miliar karena PENGGUGAT mengalami keresahan yang diakibatkan dari tekanan dan desakan sehingga menyebabkan terganggunya kegiatan bisnis PENGGUGAT di masa yang akan datang.
8. Menghukum Para Tergugat untuk memasang iklan menyatakan kesalahan yang telah diperbuat dan permohonan maaf kepada PENGGUGAT di harian Kompas selama 3 (tiga) hari secara berturut-turut dengan ukuran seperempat halaman, setelah putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap (in kracht).
9. Menyatakan putusan dalam perkara a quo dapat dijalankan terlebih dahulu meskipun Para Tergugat mengajukan upaya hukum verzet/perlawanan, banding dan kasasi (uitvoorbar bij voorad).
10. Menghukum Para Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) atas keterlambatan pembayaran ganti rugi sebesar Rp 10 juta setiap hari keterlambatan pembayaran.
11. Menghukum Para Tergugat untuk membayar biaya yang timbul dalam pemeriksaan perkara aquo.

Proses hukum masih dalam tahap pendaftaran pihak Penggugat sehingga belum diketahui jawaban Tiktok sebagai Tergugat atas gugatan itu.

D For GAEKON