Lima Ekor Kambing Di Banyuwangi Mati Misterius, Taman Nasional Alas Purwo Ungkap Penyebabnya

0

Lima Ekor Kambing Di Banyuwangi Mati Misterius, Taman Nasional Alas Purwo Ungkap PenyebabnyaGaekon.com – Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) akhirnya menjawab penyebab lima ekor kambing mati secara misterius di Desa Kedungsari, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Jawa Timur.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Kambing tersebut mati karena dimangsa kawanan anjing kampung liar. Hal ini diketahui dari rekaman kamera trap milik TNAP.

Menurut keterangan dari Kepala Taman Nasional Alas Purwo, Sucipto, pihaknya telah memasang kamera trap di TKP untuk mengidentifikasi hewan buas yang memangsanya.

“Kita pakai kamera trap yang biasanya kita gunakan untuk mengidentifikasi satwa. Pada hari ke tujuh, kemarin hari Minggu kamera berhasil memfoto hewan yang memangsa kambing warga,” jelasnya.

Dalam rekaman itu terlihat ada sejumlah kawanan anjing mencoba masuk ke dalam kandang kambing milik warga.

“Kalau kita lihat, ada dua ekor anjing yang mencoba masuk ke kandang dan seekor berjaga di luar kandang. Total ada sekitar 3 ekor yang kita identifikasi,” katanya.

Berdasarkan hasil analisis Sucipto, hewan pemangsa itu bukanlah hewan liar yang berasal dari TNAP. Melainkan kawanan anjing kampung liar. Pasalnya, ciri-ciri fisik maupun sifat dari kawanan anjing liar yang tertangkap kamera.

“Kalau ajak posturnya lebih kecil. Kemudian kawanannya jumlahnya besar minimal 10 sampai 15 ekor, Sedangkan yang tertangkap kamera trap, posturnya besar dan dalam kawanan kecil. Ini ciri-ciri anjing kampung liar,” terangnya.

Sebelumnya, masyarakat Banyuwangi dihebohkan dengan lima ekor kambing milik warga yang mati secara misterius. Ditemukan bekas luka gigitan di bagian leher dan luka menganga di bagian tubuh bangkai kambing tersebut.

Setelah kejadian itu, saat ini belum ada laporan lagi mengenai kasus ternak warga yang mati secara misterius. Semua warga telah merapatkan lagi pagar kandang ternaknya sehingga hewan pemangsa tidak bisa masuk.

D For GAEKON