Luhut Coba GeNose, Alat Deteksi Corona Buatan UGM

0

Luhut Coba GeNose, Alat Deteksi Corona Buatan UGMGaekon.com – Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mencoba langsung Alat pendeteksi corona, GeNose. Alat pendeteksi tersebut adalah buatan UGM.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Alat pendeteksi GeNose ini sudah mulai dipasang di tempat publik. Alat ini pertama kali dipasang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta.

Luhut mengatakan GeNose mampu mendeteksi corona lebih cepat dengan akurasi di atas 90%. Sehingga bisa dikatakan alat ini cukup efektif digunakan ditempat publik seperti stasiun.

Alat pendeteksi GeNose ini mendeteksi corona dengan embusan napas. Luhut mengatakan GeNose ini sudah mendapat izin edar Kemenkes pada Desember 2020. Luhut berharap bahwa nantinya alat ini dapat digunakan di semua area publik.

“Ke depannya kita akan gunakan ini di semua area publik seperti di hotel, mal, di lingkungan masyarakat RT/RW. Alatnya hanya seharga 62 juta dan harga per orangnya hanya dikenakan sekitar Rp 20 ribu,” ujar Luhut.

Luhut menyarankan agar plastik yang digunakan pada GeNose menggunakan bahan daur ulang sehingga lebih ramah lingkungan.

“Jika pemakaian lebih banyak tentunya cost-nya akan semakin turun dan nantinya alat ini akan terus dikembangkan sehingga mempunyai akurasi yang akan lebih tajam. Dan tentunya kita harus bangga karena ini buatan Indonesia,” tambah Luhut.

Selain Luhut, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi juga turut mencoba GeNose. Budi mengatakan GeNose akan ditempatkan di simpul-simpul transportasi umum lain seperti bandara, pelabuhan, terminal, dan stasiun KA yang lain.

Budi juga sudah berkoordinasi dengan Kemenkes, UGM, dan Satgas Penanganan Covid-19 agar produksi GeNose untuk tempat transportasi umum bisa diprioritaskan.

“Kami akan mendorong penggunaan alat ini di simpul-simpul transportasi umum. Kami sudah berkomunikasi dengan Satgas Penanganan COVID-19 dan akan segera ditindaklanjuti dengan surat persetujuan untuk penggunaan di simpul-simpul transportasi umum. Selanjutnya Kemenhub akan membuat surat edaran kepada para operator transportasi,” tambah Budi.

Budi juga mengatakan bahwa rencananya alat tersebut penggunaannya sudah dimulai pada 5 Februari 2021 pada stasiun KA kemudian di bandara.

Selain keduanya, turut hadir juga Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo, Kepala Produksi Konsorsium GeNose C19 Prof. Eko Fajar Prasetyo, serta Kepala Stasiun Pasar Senen Widhusukma Dananjaya.

D For GAEKON