Majelis Rakyat Papua Tolak Langkah Jokowi Buka Izin Industri Miras

0

Majelis Rakyat Papua Tolak Langkah Jokowi Buka Izin Industri MirasGaekon.com – Gerakan Perempuan Anti Miras dan Narkoba didampingi Kepala Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Papua Anike Rawar menolak miras di Papua.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib mengatakan bahwa pihaknya menolak langkah Presiden Joko Widodo membuka izin investasi untuk industri minuman keras (Miras) dari skala besar hingga kecil di Papua.

Timotius sangat menyesalkan langkah yang diambil Jokowi usai mengeluarkan aturan tersebut. Ia menilai para pemangku adat dan para tokoh-tokoh agama di Papua selama ini sudah bersama-sama melawan penyebaran minuman keras di tengah masyarakat.

Timotius menegaskan peredaran miras di Papua selama ini sudah mengganggu ketertiban dan keamanan umum.

Bahkan, kata dia, penyalahgunaan miras juga mengganggu ketentraman umat beragama di Papua selama ini.

“Sehingga kami menolak adanya industri Miras di tanah Papua,” kata dia.

Pemerintah Papua melalui Gubernur Papua Lukas Enembe telah meneken Perda Nomor 15 Tahun 2013 tentang pelarangan peredaran minuman keras di Bumi Cenderawasih.

“Kami MRP yang mewakili rakyat Papua, lebih khusus rakyat Orang Asli Papua sangat menyesal dengan surat presiden terkait dengan penanaman modal miras di Papua tersebut.

Timotius juga menegaskan bahwa pihaknya tak pernah diajak untuk berpartisipasi dalam menyusun aturan tersebut oleh pemerintah pusat selama ini.

“Tidak pernah dilibatkan [bahas Perpres Miras]. MRP dengan tegas menolak Perpres tentang miras dan meminta kepada presiden segera cabut Perpres nomor 10 tahun 2021. Segera cabut!” kata Timotius.

Papua sendiri menjadi salah satu dari tiga provinsi lain (Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara) yang diberikan izin pembuatan industri miras di Indonesia. Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken kepala negara pada 2 Februari 2021.

D For GAEKON