Makelar Mobil Asal Surabaya Ini Jadi Korban Kasus Salah Transfer Dana Senilai Rp 51 Juta

0

Makelar Mobil Asal Surabaya Ini Jadi Korban Kasus Salah Transfer Dana Senilai Rp 51 JutaGaekon.com – Gara-gara terima transferan dana dari kejadian salah kirim oleh bank, seorang pria warga Manukan Lor Gang I, Kota Surabaya, Ardi Pratama (29) harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Tribunnews, Ardi ditetapkan sebagai terdakwa atas kasus salah transfer dana senilai Rp 51 juta. Uang senilai Rp 51 juta itu merupakan setoran kliring BI yang masuk ke dalam rekening Bank Central Asia (BCA) Ardi.

Ardi diberikan informasi oleh pihak Bank BCA bahwa itu adalah salah transfer dana. Ia menyampaikan jika uang tersebut sudah dipakai dan Ardi berjanji akan menggantinya secara berkala.

Pihak Bank BCA itu menyebut, jika telah salah mentransfer sejumlah uang ke rekening BCA milik Ardi dengan nomor rekening 829089620 atas nama Ardi Pratama.

Kuasa hukum Ardi, R Hendrix Kurniawan menyebut, ada dugaan cacat formil sejak awal kasus ini dilaporkan dan ditindak lanjuti oleh kepolisian.

“Klien kami sejak tanggal 27 Maret itu memang sudah menyanggupi untuk mengembalikan dana tersebut dengan cara dicicil. Kemudian ada somasi tanggal 31 Maret dari pihak BCA. Tanggal 2 April dipanggil pihak BCA dan dihadiri oleh klien kami. Menyanggupi mengembalikan dengan cara dicicil namun ditolak oleh BCA,” terang Hendrix.

Sebagai wujud itikad baiknya, Ardi setor tunai 5,4 juta ke rekening BCA. Namun pihak BCA tidak mau menerimanya. Setelah penolakan itu, muncul laporan polisi yang dilakukan oleh Nur Chuzaimah, selaku back office BCA KCP Citraland.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana mengatakan bahwa kasus tersebut sudah dilimpahkan ke kejaksaan negeri Tanjung Perak Surabaya.

Resmob Satreskrim menetapan tersangka dan menjeratnya pasal 85 UURI nomor 3 tahun 2011 tentang transfer dana dan UU nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU.

Kejadian ini berawal dari Ardi yang mengira bahwa uang yang masuk ke dalam rekeningnya itu merupakan komisi penjualan mobil mewah yang dijanjikan oleh pemilik mobil usai unitnya terjual. Pekerjaan sehari-hari Ardi yaitu sebagai makelar mobil.

“Uang itu memang digunakan oleh kakak saya. Ditransfer ke ibu saya untuk membayar hutang secara berkala. Nilainya sekitar 30 jutaan,” kata Tio Budi Satrio, adik dari Ardi Pratama.

Setelah itu, Ardi dikagetkan dengan kedatangan dua pegawai Bank BCA KCP Citraland yang mengonfirmasi jika uang senilai Rp 51 juta itu merupakan salah transfer.

“Kakak saya waktu itu mengakui, memang uang itu masuk ke rekeningnya. Tapi saat itu dikira jika uang tersebut hasil komisi penjualan mobil,” tambahnya.

Dana tersebut oleh BCA KCP Citraland seharusnya ditransferkan oleh pihak Bank ke nomor rekening 829089626 milik Philip.

“Kakak saya diberitahu. Katanya mereka salah input nomor rekening. Itu sekitar seminggu setelah kakak saya menerima uang yang ditransfer itu,” imbuhnya.

D For GAEKON