Malu-maluin, Warga Waru Lakukan Penyemprotan Disinfektan Swadaya Karena Di-PHP Pemkab

0

Sidoarjo, Jatim – Pemerintah kok malah kalah cekatan dengan rakyatnya. Warga Bungurasih Timur RT 07 RW 01, Waru, Sidoarjo akhirnya melakukan penyemprotan disinfektan secara swadaya. Langkah itu mereka tempuh karena jengah diberi harapan palsu dari Pemkab Sidoarjo.

Meminimalisir kemungkinan buruk, akhirnya mereka berinisiatif untuk melakukan aksi antisipasi penyebaran virus corona itu secara mandiri. Kampung tersebut berdekatan dengan Terminal Purabaya, Sidoarjo. Yang mana, banyak penumpang dari segala penjuru yang keluar-masuk terminal, sehingga menjadikan kampung ini rawan penularan virus.

“Karena kalau kami masih menunggu dari pemerintah terlalu lama, sedangkan virus ini sudah dinyatakan pandemi global. Ini kami swadaya sendiri demi melindungi diri dan keluarga,” kata Ketua RT 07, Imam Hidayat di Sidoarjo, Rabu 25 Maret 2020 kepada GAEKON.

Karena swadaya, aksi itu dilakukan secara sederhana. Pihaknya menggunakan alat semprotan burung. Yang penting, rumah warga sudah disemprot agar terhindar dari virus.

“Kalau dari pihak desa ada penyemprotan cuma yang disemprot tempat ibadah dan fasilitas umum, rumah warga itu ndak ada. Nah kami ingin menjemput bola,” imbuhnya.

Cairan disinfektan juga diracik sendiri oleh warga. Bahan tersebut dibeli dengan uang kas RT.

“Kami pakai racikan rekomendasi dari desa, bahannya air 10 liter ditambah pemutih dan pembersih lantai dengan takaran masing-masing setengah gelas (125 ml),” papar Imam.

Hingga kini, Imam mengaku belum ada aksi penyemprotan disinfektan dari pihak Terminal Purabaya. Padahal, masyarakat di kampungnya cukup khawatir karena banyak penumpang dari berbagai wilayah yang berlalu lalang di area kampung.

Imam pun berharap setelah ini ada langkah nyata dari pemerintah untuk melindungi warganya dari penularan virus Corona.

“Warga sangat khawatir, karena terminal itu sama dengan Juanda menjadi pintu masuk dan keluar orang baru, orang yang tidak kita kenal, apakah dia membawa virus atau tidak. Kami menunggu dari orang terminal, tapi sampai sekarang belum ada dan belum ada omongan sama sekali,” pungkas Imam

Sementara itu, jumlah pasien positif Corona di Sidoarjo tercatat bertambah menjadi 5 orang, ada 14 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 21 Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sedangkan di Jawa Timur ada 51 pasien positif corona, 142 PDP dan 2003 ODP.

K for GAEKON