Mandi Balimau, Tradisi Masyarakat Sumbar Sambut Ramadan

0

Mandi Balimau, Tradisi Masyarakat Sumbar Sambut RamadanGaekon.com – Setiap daerah memiliki tradisi masing-masing dalam menyambut ramadan. Seperti halnya warga Sumatera Barat, mereka memiliki tradisi “Mandi Balimau” untuk menyambut bulan suci Ramadan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, Tradisi ini biasanya dilakukan di sungai maupun tempat pemandian. Mandi Balimau ini biasa dilakukan satu atau dua hari menjelang puasa.

Mandi Balimau merupakan tradisi mandi dengan jeruk nipis yang berkembang di kalangan masyarakat Minangkabau.

Pada 2020, tradisi ini sempat berhenti, karena virus corona. Masyarakat saat itu dilarang menggelar tradisi ini.

Namun di tahun ini, mereka sudah kembali melakukan aktivitas ini. Masyarakat Ranah Minang mendatangi sejumlah tempat pemandian di daerahnya.

Padahal, pemerintah sudah menghimbau agar tidak melaksanakan Mandi Balimau. Namun nyatanya tempat pemandian itu sudah ramai dikunjungi masyarakat.

Dalam buku Bangtjik Kamaluddin, Mandi Belimau Di Dusun Limbung Bangka Belitung, menulis awal mula penerapan tradisi ini adalah masyarakat Desa Jada Bahri dan Desa Kimak Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Seorang bangsawan keturunan Kerajaan Mataram Yogyakarta bernama Depati Bahrein melarikan diri dari kejaran Belanda. Lalu pada 1700-an, sampailah Depati Bahrein bersama pasukannya ke Pulau Bangka.

“Konon Depati Bahrein kemudian melakukan ritual mandi pertobatan yang kemudian dicontoh oleh warga sekitar,” tulis Bangtjik Kamaluddin.

Akhirnya, istilah mandi pertobatan ini menjamur ke sebagian besar Tanah Melayu sebelum memasuki bulan Ramadan.

D For GAEKON