Mantan PPK Kemensos Matheus Joko Santoso Divonis Pidana 9 Tahun Penjara

0

Mantan PPK Kemensos Matheus Joko Santoso Divonis Pidana 9 Tahun PenjaraGaekon.com – Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso divonis pidana 9 tahun penjara denda Rp 450 juta subsider 6 bulan kurungan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, Matheus Joko Santoso terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama – sama dan berlanjut dalam perkara pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 Jabodetabek tahun 2020.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis dalam amar putusannya.

“Mengadili, menyatakan Tedakwa Matheus Joko Santoso terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” katanya.

“Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa, dengan pidana penjara selama 9 tahun dan pidana denda Rp 450 juta subsidair 6 bulan kurungan,” Damis menambahkan.

Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti. Matheus Joko diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 1.560.000.000.

Apabila uang tersebut tidak dibayarkan, maka akan diganti dengan hukuman kurungan 1 tahun 6 bulan penjara.

Dalam menjatuhkan hukuman, hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan.

Hal yang memberatkan, yakni perbuatan Matheus tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Sementara hal yang meringankan yakni Matheus dinilai belum pernah dijatuhi hukuman pidana, sopan di persidangan, mengakui dan menyesali perbuatannya dan mempunyai tanggungan keluarga.

Hakim menilai Mathues Joko bukan pelaku utama meski membantu Juliari mengumpulkan uang fee sebesar Rp 10 ribu untuk setiap paket bansos. Sehingga Majelis Hakim mengabulkan permohonan justice collaboratore (JC) Matheus.

Vonis terhadap Matheus Joko Santoso lebih berat dari tuntutan 8 tahun penjara denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan yang dilayangkan JPU KPK.

Sebelumnya diketahui, Matheus bersama mantan kuasa pengguna anggaran (KPA) Kemensos Adi Wahyono dan eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara dinyatakan terbukti menerima suap sebesar Rp 32,48 miliar.

Rincian uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko yakni, berasal dari Konsultan Hukum Harry Van Sidabukke senilai Rp1,28 miliar.

Kemudian, dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja sejumlah Rp1,95 miliar.

Sementara uang Rp29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya. Di antaranya yakni, PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude, dan PT Tigapilar Agro Utama.

Dari Rp32,48 miliar uang yang terkumpul, Rp14,7 miliar sudah diterima oleh Juliari dari Matheus Joko dan Adi Wahyono melalui perantaraan orang-orang dekat Juliari, yaitu tim teknis Mensos Kukuh Ary Wibowo, ajudan Juliari bernama Eko Budi Santoso, dan sekretaris pribadi Juliari Selvy Nurbaity.

D For GAEKON