Masa Karantina Wisatawan Mancanegara Di Bali Berkurang, Wagub: Dari Delapan Ke Lima Hari

0

Masa Karantina Wisatawan Mancanegara Di Bali Berkurang, Wagub: Dari Delapan Ke Lima HariGaekon.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengungkapkan bahwa masa karantina wisatawan mancanegara atau wisman yang akan berlibur ke Pulau Bali berkurang 3 hari dari sebelumnya.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, awalnya masa karantina para wisatawan mancanegara yaitu selama 8 hari. Namun kini berkurang 3 hari menjadi 5 hari.

“Belum ada perubahan tanggal tersebut. Kalau karantina sudah disepakati dari delapan ke lima hari. Memang, keinginan bisa dikurangi lagi, tapi kan ada mekanisme, iya semacam uji coba dulu lima hari,” katanya.

Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace mengatakan hal itu seiring dengan pembukaan penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, pada 14 Oktober 2021.

Pihaknya berharap pengurangan masa karantina membuat angka turis asing ke Bali mencapai 1.500 per hari.

“Kita, berharap antara 1.000 dan 1.500 per hari, kalau bisa itu sudah bagus sekali. Tapi tahap awal masih jauh. Ini, semua masih dinamis sekali. Karena, kita masih melihat perkembangan di luar sana masih berubah-ubah terus. Yang tadinya ada negara yang tidak akan membuka penerbangannya sekarang buka lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, alasan karantina lima hari itu sudah dipertimbangkan dengan baik. Sementara soal harga hotel bagi wisman selama karantina di Bali yang mencapai puluhan juta, Cok Ace mengklaim itu tidak memberatkan.

Pihaknya membandingkannya dengan harga hotel bintang 5 di hari normal yang rata-rata rate atau harga kamarnya di atas Rp2 juta per hari.

“Apalagi ini, full complement makan dapat, akses ke rumah sakit juga dapat. Saya kira sebenarnya kalau 8 hari Rp 20 juta, bintang 4 dan 5, saya kira (tidak memberatkan). Iya harga pandemi,” terangnya.

Sudah Disiapkan Hotel Di Bali Untuk Karantina Wisman

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menyiapkan 35 hotel bintang 3 hingga 5 untuk karantina bagi wisman di Bali pada tahap pertama.

Wakil Ketua Bidang Budaya, Lingkungan dan Humas Badan Pengurus Daerah PHRI Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya menyebut tarif hotel karantina selama 8 hari berkisar Rp10 juta hingga Rp25 juta.

“Saya prediksikan misalnya hotel bintang 3 bisa sampai Rp 10 juta, bintang 4 sampai Rp 15 juta dan bintang 5 bisa sampai 20 hingga Rp 25 juta untuk 8 hari. Itu, termasuk breakfast, launch, dinner, dan laundry. Itu kan paketnya harus lengkap, bila perlu termasuk PCR,” ujarnya.

Dari lima negara yang diizinkan ke Bali, yakni Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab, China, dan New Zealand atau Selandia Baru, pihaknya memprediksi wisman terbanyak ber asal dari China.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengaku tak menutup kemungkinan Indonesia bakal memberlakukan kebijakan bebas karantina bagi para WNA dan WNI kedatangan internasional dari sejumlah negara tertentu.

D For GAEKON