Massa Bakar Sejumlah Kantor Pemerintahan Yalimo, Polda Papua Kirim 2 Regu Brimob

0

Massa Bakar Sejumlah Kantor Pemerintahan Yalimo, Polda Papua Kirim 2 Regu BrimobGaekon.com – Massa pendukung calon Bupati dan Wakil Bupati Yalimo Erdi Dabi-Jhon Wilil membakar sejumlah kantor pemerintahan di wilayahnya. Mereka kecewa dengan hasil sidang Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pilkada Kabupaten Yalimo.

Sejumlah kantor pemerintahan yang dibakar mulai dari Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga DPRD Yalimo. Hal ini membuat Kepolisian Daerah Papua bergerak cepat. Pihaknya mengirim dua regu Brimob untuk membantu Polres Yalimo mengamankan wilayahnya.

Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri mengatakan bahwa saat ini anggota Brimob telah digeser ke Elelim, ibu kota Kabupaten Yalimo menggunakan pesawat, pasalnya, untuk jalan darat belum dapat dilalui.

Hal ini lantaran ada jembatan yang dibakar. Selain itu massa juga menebang pohon dan membentangkannya di tengah jalan sehingga akses masuk ke Yalimo sangat sulit.

Polres Yalimo Salah Prediksi

Sebelumnya, masyarakat menonton jalannya sidang putusan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK).

Setelah pembacaan amar putusan, massa marah hingga melakukan aksi pembakaran sejumlah gedung fasilitas pemerintahan dan umum.

Selain itu diakui pula ada kesalahan prediksi yang dibuat Polres Yalimo karena aparat keamanan meyakini pasangan Erdi Dabi-Jhon Wilil akan menang di MK sehingga tidak akan ada reaksi berlebihan dari pendukungnya.

“Kapolres percaya tidak akan ada masalah sehingga mengembalikan BKO yang ada di Yalimo hingga personel TNI/Polri di kabupaten ini hanya 103 personel, sebanyak 40 personel di antaranya adalah anggota Polres Yalimo,” kata Irjen Pol. Fakhiri.

Irjen Pol Fakhiri juga mengatakan bahwa telah berkoordinasi dengan Erdi Dabi serta tokoh masyarakat dan agama di Yalimo, terkait adanya aksi susulan. Pihaknya berharap situasi kamtibmas segera kembali kondusif.

Meski situasi kamtibmas di wilayah itu sudah relatif kondusif, personel TNI/Polri masih berjaga-jaga. Kapolda mengakui aksi pembakaran oleh pendukung paslon nomor urut 01 pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Yalimo di luar perkiraan.

D For GAEKON