Mega Bilang Jakarta Kota Amburadul

0

Mega Bilang Jakarta Kota AmburadulGaekon.com – Ketua Dewan Pengarah BPIP menyebut kota DKI Jakarta sebagai kota yang amburadul. Pernyataan itu ia utarakan ketika berbicara dalam acara ‘Dialog Kebangsaan: Pembudayaan Pancasila dan Peneguhan Kebangsaan Indonesia di Era Milenial’.

Dalam kegiatan itu, sebanyak tiga daerah menerima penghargaan sebagai kota intelektual atau ‘City of Intellectual’ versi riset Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

“Persoalannya, sekarang saya bilang Jakarta ini menjadi amburadul, karena apa, ini tadi seharusnya city of intellect ini dapat dilakukan tata kotanya, masterplan-nya, dan lain sebagainya,” kata Mega dalam kegiatan dialog yang disiarkan secara secara daring, Selasa (10/11) kemarin.

Ketua Umum PDIP itu menilai, Ibu Kota Indonesia kian turun daya pembangunannya akibat tata kota yang tidak didesain dengan baik oleh para ahli.

Penghargaan ‘City of Intellectual’ diberikan berdasarkan riset yang dikerjakan oleh tim yang dipimpin Ketua Senat dan Guru Besar UNJ Hafid Abbas. Hasilnya, tiga daerah yang dianggap layak yakni Kota Semarang yang dipimpin Hendrar Prihadi, Kota Solo yang dipimpin FX Hadi Rudyatmo, dan Kota Surabaya yang dipimpin Tri Rismaharini.

Mega pun menyayangkan kawasan Rawamangun tempat UNJ berdiri justru tak menjadi ‘City of Intellectual’. Padahal, prasasti yang pertama kali menyampaikan visi itu justru berada di sana.

“Sayang Rawamangun itu belum berhasil atau tidak berhasil menjadi city of intellect. Jadi, maksud saya, saya mohon dengan sangat dengan cara-cara akademis melihat kita ini tujuannya mau ke mana,” kata dia lagi.

Merespons lontaran Megawati, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menerima dan menganggap pernyataan Megawati sebagai kritik untuk membangun ibu kota menjadi lebih baik. Kritikan itu, menurut Riza, mampu membenahi Jakarta untuk terus lebih maju dan baik.

Mengenai tata kota dan pembangunan DKI Jakarta, Riza mengaku bakal menjalankan sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD). Dengan begitu pembangunan lebih tertata dan tepat tujuan.

“Ya itu kami menghormati menghargai siapapun memberikan komentar atas kota Jakarta, kami anggap semua masukan kritik sebagai obat bagi kami,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/11).

Riza mengatakan bakal melibatkan banyak pihak dalam membangun Ibu kota lebih baik lagi, mulai dari partai politik–melalui DPRD, Ormas, UKP, komunitas tokoh-tokoh agama, tokoh tokoh pemuda, hingga tokoh masyarakat. Ia pun berpesan ke jajaran untuk ikut membangun Jakarta bersama-sama.

“Masyarakat bisa melihat, kemajuan daripada kota Jakarta yang kita cintai ini, dalam pembangunannya kami selalu melibatkan semuanya,” pungkas Riza.

K For GAEKON