Melebur Dengan BRIN, Eijkman Pastikan Vaksin Merah Putih Tetap Berlanjut

0

Melebur Dengan BRIN, Eijkman Pastikan Vaksin Merah Putih Tetap BerlanjutGaekon.com – Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman resmi melebur dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Melansir dari CNN, meski sudah resmi melebur dengan BRIN, Eijkman memastikan pengembangan vaksin virus corona (Covid-19) Merah Putih tetap berlanjut.

Pelaksana tugas Kepala PRBM Eijkman Wien Kusharyoto menyebut vaksin Covid-19 dengan platform sub unit protein rekombinan itu masih dalam proses pengembangan dengan sponsor PT Bio Farma (Persero).

“Vaksin Merah Putih masih berjalan, yang berbasis sel ragi atau yeast dalam proses pengembangan lebih lanjut di Bio Farma. Tingkat produksinya juga sudah sesuai dengan taraf yang diisyaratkan pihak industri dalam hal ini Bio Farma,” kata Wien.

Eijkman Bersama BRIN Menjadi PRBM Eijkman

Eijkman resmi melebur bersama BRIN dengan nama baru menjadi PRBM Eijkman. Lembaga ini merupakan lembaga pemerintah yang bergerak di bidang biologi molekuler dan bioteknologi kedokteran.

Sebelum bergabung dengan BRIN, Eijkman berada di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyebut selain Eijkman, terdapat empat entitas lembaga penelitian resmi lainnya yang tahun ini berintegrasi dengan BRIN. Mereka yakni BATAN, LAPAN, LIPI, dan BPPT.

Eijkman mengembangkan vaksin Merah Putih dengan harapan antibodi yang dihasilkan setelah vaksinasi akan bekerja untuk mencegah penempelan virus pada sel manusia, dan pelepasan materi genetik virus ke dalam sel manusia.

Eijkman berhasil melakukan amplifikasi gen penyandi protein S dan N dari virus SARS-CoV-2 isolat Indonesia. Pihaknya telah melakukan transfer gen S dan N dari vektor pembawa ke vektor ekspresi galur sel mamalia.

Saat ini pengembangan vaksin Eijkman masih menunggu sel-sel mamalia tersebut menghasilkan antigen berupa protein rekombinan yang diharapkan.

Dalam hal ini, antigen adalah zat yang dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi sebagai bentuk perlawanan terhadap virus SARS-CoV-2.

“Vaksin Merah Putih yang berbasis sel mamalia juga akan dilanjutkan ke tahap karakterisasi sel dan protein, serta formulasi vaksinnya,” lanjut Wien.

D For GAEKON