Mendarat Darurat Gara-Gara Anak Dibawah Umur, Kemenhub Investigasi Insiden Citilink

0

Mendarat Darurat Gara-Gara Anak Dibawah Umur, Kemenhub Investigasi Insiden CitilinkGaekon.com – Insiden pesawat Citilink yang mendarat darurat akhir-akhir ini menyita perhatian. Bukan karena darurat, pesawat ini mendadak mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan lantaran anak kecil yang melepas penutup pelindung tuas pintu darurat.

Atas insiden tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan investigasi. Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami sudah mendapatkan laporan dari maskapai dan saat ini tengah dilakukan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Adita.

Meski demikian, Adita enggan menjelaskan soal detil investigasi tersebut. Pihaknya hanya mengatakan investigasi akan dilakukan secara menyeluruh.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto juga sempat buka suara mengenai langkah investigasi yang dilakukan Kemenhub. Pihaknya mengatakan dugaan kelalaian ada pada orang tuanya atau bisa jadi pihak operator penerbangan.

“Apakah kelalaian ada pada orang tuanya dalam mengawasi selama penerbangan, atau pihak operator penerbangan, dalam hal ini awak kabin, dalam mencegah tindakan penumpang yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan,” terangnya.

Hal ini sontak jadi perbincangan, pasalnya keberadaan anak berusia di bawah 12 tahun sebagai penumpang Citilink dengan nomor penerbangan QG 944 rute Cengkareng-Batam ini jadi pertanyaan besar. Mengingat saat ini anak berusia di bawah 12 tahun masih belum diizinkan melakukan perjalanan.

Novie menjelaskan bahwa pada prinsipnya anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun dilarang melakukan perjalanan. Kebijakan ini diterapkan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

“Tetapi di lapangan ada diskresi yang diberikan, misal anak-anak yang memang harus ikut bepergian karena mengikuti orang tuanya yang sedang pindah tugas atau bepergian karena memang harus sekolah di tempat/kota lain, serta anak yang berkebutuhan khusus dan harus mengikuti orang tuanya, ” ungkapnya.

Terkait diskresi ini, Novie mengatakan bahwa penumpang yang membawa anak dibawah 12 tahun harus mendapat persetujuan dari Satgas Covid-19 setempat dengan menunjukkan dokumen/bukti penunjang perjalanan.

Sebelumnya diketahui, pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG 944 rute Cengkareng-Batam terpaksa mendarat darurat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Senin (27/9) pukul 16.05 WIB.

Mendarat Darurat Karena Anak Melepas Pelindung Tuas Pintu Darurat

Pendaratan darurat ini disebabkan oleh seorang penumpang anak-anak yang berada di seat row 11 tiba-tiba melepas penutup pelindung tuas pintu darurat atau cover handle emergency exit di luar pengawasan orang tuanya.

Karena itulah awak kabin langsung melakukan tindakan sesuai prosedur. Pihaknya menginformasikan kejadian itu kepada kapten pilot. Kemudian, pilot memutuskan untuk mengalihkan penerbangan ke Bandara SMB II Palembang.

Namun pesawat kembali melanjutkan penerbangan ke Batam pada pukul 19.10 WIB, karena kondisinya dipastikan aman.

Awak kabin saat itu langsung meminta keterangan kepada orangtua anak tersebut. Beruntungnya operasional penerbangan Citilink tetap berjalan dengan normal dan semua penumpang yang berada dalam penerbangan kondisinya baik.

D For GAEKON