Omicron Terus Bertambah, Menkes Budi: Kita Negara Rangking Nomor 100 Yang Masuk Omicron

0

Omicron Terus Bertambah, Menkes Budi: Kita Negara Rangking Nomor 100 Yang Masuk OmicronGaekon.com – Kasus Virus Corona varian Omicron dari hari ke hari terus bertambah. Kini jumlahnya mencapai 2.000 per hari. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Melansir dari Kumparan, Budi mengakui lonjakan kasus virus corona varian Omicron sudah tak tertahankan.

“Sekarang masuk Omicron, sudah naik belum? Sudah. Kita biasanya 200-300 sehari sekarang sudah 2.000 per hari. Saya juga ditanya ini mesti ngapain? Saya bilang teman-teman Omicron ini sudah pasti nggak bisa ketahan. Kita berusaha menahan akhirnya masuk, kita negara rangking nomor 100 yang masuk Omicron,” ujar Budi.

Budi menjelaskan Omicron memiliki karakter penyebaran yang cepat dan tinggi. Jika Delta butuh 3 sampai 4 bulan untuk mencapai puncak penyebaran, Omicron ini hanya butuh 30 sampai 40 hari dari pertama masuk.

“Dan kalau delta puncaknya misalnya 100 (kasus harian) ini puncaknya bisa 1000-10 ribu. Jadi yang saya minta ke teman-teman di sini jaga komunikasi dengan masyarakat. Saya rasa kalau kita jujur lebih baik dari pada menutup-nutupi. Saya bilang ini masuknya cepat naiknya tinggi,” katanya.

Beruntungnya menurut Budi, dari 1.000 yang terpapar Omicron tidak ada yang sampai membutuhkan ventilator. Tidak ada pula yang sampai membutuhkan HFNC.

Budi mengingatkan masyarakat bahwa yang utama adalah protokol kesehatan. Terlebih saat ini Budi melihat mulai banyak yang mengendurkan prokes.

“Nah saya pesan khusus kalau itu naiknya cepet dan nggak perlu rumah sakit makanya perlu strategi sosialisasi ke masyarakat ya stay di rumah kalau rumahnya baik, kalau nggak ditarik ke shelter biar nggak nularin,” pungkasnya.

Apa yang terjadi di Indonesia saat ini, menurut Budi tidak terlalu buruk untuk negara berkembang. Apalagi Indonesia melakukan karantina ketat pada orang yang datang dari luar negeri.

“Terima kasih Polri TNI walaupun dibully terus karena karantina kita ketat dibully terus di sosial media. Kita bilang nggak papa lah dibully kita mau lindungi rakyat dibully nggak papa,” jelasnya.

Menurut Budi, kebijakan yang ketat ini sempat membuat banyak orang kaya di Jakarta menjadi kesal. Ketika pulang dari luar negeri, mereka mau tidak mau harus karantina selama 10 hari.

Namun bagaimanapun, kebijakan yang ketat itu nyatanya belum bisa mencegah Indonesia nol kasus dari Omicron. Bahkan transmisi lokal pun kini telah terjadi.

“Tapi akhirnya masuk, sekarang sudah masuk di Jakarta per kemarin saya lihat Jakarta, Banten, Bandung, Surabaya dan mungkin sedikit di Bali. Kenyataannya apa? Kenyataannya sudah masuk. Kalau sudah masuk yang penting kita tahu musuh kita seperti apa,” bebernya.

D For GAEKON