Menkes Akhirnya Buka Suara Soal Vaksin Booster Covid Berbayar

0

Menkes Akhirnya Buka Suara Soal Vaksin Booster Covid BerbayarGaekon.com – Belakangan ini ramai soal adanya vaksin booster. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin akhirnya buka suara soal vaksin dosis ketiga tersebut. Pihaknya mengatakan bahwa bisa jadi ada booster untuk masyarakat umum.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNBC, Budi mengatakan bahwa mungkin akan ada booster bagi masyarakat umum di tahun depan. Ia mengatakan hal itu dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (25/8) kemarin.

“Di Januari (2002) sudah selesai semua, di awal tahun depan kita sudah mulai suntikan ketiga (booster),” kata Budi.

Seperti diketahui, saat ini tenaga kesehatan diberi prioritas untuk bisa mendapatkan booster vaksin Covid-19.

Vaksin Booster Kemungkinan Berbayar Bagi Sejumlah Kelompok Masyarakat

Budi menerangkan bahwa vaksin dosis ketiga kemungkinan akan berbayar bagi sejumlah kelompok masyarakat.

Hanya mereka sebagai penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang mungkin vaksin Covid-19 dibayarkan negara. Sementara untuk lainnya akan berbayar dan diperkirakan dosis ketiga itu seharga Rp 100 ribu – Rp 150 ribu.

Budi juga mengatakan jenis vaksin pun akan terbuka untuk masuk agar masyarakat bisa memilih.

“Akan terbuka dengan vaksin yang masuk sehingga rakyat mendapatkan booster bisa memilih, yang PBI kita bisa lakukan subsidinya melalui BPJS (Kesehatan),” ujarnya.

Budi menerangkan berdasarkan uji klinik, vaksin booster dapat memberi perlindungan untuk penerimanya.

Sementara itu World Health Organization atau WHO mempermasalahkan dari masalah etis untuk melakukan booster.

Pasalnya, sampai saat ini penerima vaksin belum merata dan diharapkan bisa diprioritaskan untuk diberikan pada mereka yang belum divaksin sama sekali.

“Di Indonesia baru sampai saat ini 58 juta beruntung mendapatkan untuk suntikan pertama sekitar 30 juta suntikan kedua. Dengan jumlah vaksin terbatas lebih pas diberikan kepada teman-teman yang belum mendapatkan suntikan pertama,” jelasnya.

Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Slamet Budiarto juga turut menyinggung soal booster. Menurutnya efikasi Vaksin akan menurun seiring berjalannya waktu.

D For GAEKON