Dijamin Halal, Menkes Kini Lobi WHO Untuk Jadikan Indonesia Sebagai Pusat Produksi Vaksin Secara Global

0

Dijamin Halal, Menkes Kini Lobi WHO Untuk Jadikan Indonesia Sebagai Pusat Produksi Vaksin Secara GlobalGaekon.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Indonesia tengah bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi vaksin secara global.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, saat ini Indonesia tengah memulai pembicaraan dengan WHO dan enam perusahaan obat. Hal tersebut disampaikan Budi dalam wawancara khusus dengan kantor berita Reuters.

“Kami sedang bekerja bersama WHO untuk menjadikan (Indonesia) salah satu pusat produksi vaksin mRNA secara global,” ucap Budi.

Budi mengatakan, untuk tahap awal inisiatif tersebut Indonesia akan membeli vaksin dari perusahaan yang mau membagikan teknologi dan membangun fasilitas di Indonesia.

Budi menyebut Indonesia berkeinginan membangun keahlian di bidang vaksin mRNA. Tak hanya itu, Indonesia juga ingin mempunyai kemampuan mengembangkan vaksin viral vector seperti yang dilakukan AstraZeneca.

Vaksin Produksi Indonesia Dijamin Halal

Budi mengatakan bahwa saat ini Indonesia berada di posisi tepat untuk menjadi pusat produksi yang dapat mengekspor vaksin ke seluruh dunia. Pasalnya, Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Oleh karena itu vaksin produksi Indonesia dijamin halal.

Budi memastikan, dirinya sudah melobi Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus terkait rencana tersebut. Pembicaraan Budi dengan Tedros dilakukan saat dirinya melawat ke Eropa awal September lalu.

“WHO sudah menunjuk Afsel sebagai lokasi pertama, dan saya berkata secara logis Indonesia harus jadi yang kedua,” tambahnya.

Seorang jubir WHO mengkonfirmasi Indonesia adalah satu dari 25 negara berpenghasilan menengah dan rendah yang menyatakan ingin menjadi pusat produksi vaksin di dunia.

Namun, jubir itu menolak mengatakan Indonesia merupakan kandidat unggulan. Di samping WHO, Budi mengakui sudah berdiskusi dengan pengembang vaksin seperti Anhui, Walvax, Sinovac, Genexine, Arcturus Therapeutics dan Novavax.

“Kami membuka kesempatan serupa dengan AstraZeneca. Kami juga terbuka untuk rekanan kami seperti Pfizer. Kami terbuka untuk siapa saja,” ungkapnya.

D For GAEKON