Merasa Jengkel, Dua Anak Dibawah Umur Ini Habisi Nyawa Pria Dewasa Dalam Keadaan Mabuk Berat

0

Merasa Jengkel, Dua Anak Dibawah Umur Ini Habisi Nyawa Pria Dewasa Dalam Keadaan Mabuk BeratGaekon.com – Seorang pria yang diduga warga Desa Pucung Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap ditemukan di sawah pada Rabu (28/4) dalam keadaan penuh luka memar.

Pria bernama Diding Abu Sahid (39) ini diduga dihabisi oleh dua remaja berinisial DA (15) dan MF (17). Saat ditemukan, Diding masih dalam keadaan hidup dengan penuh luka memar di kepala, namun tidak sadarkan diri.

Mereka diketahui pesta miras di kompleks Terminal Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Diding saat itu sempat mendapat perawatan oleh tim kesehatan Puskesmas Ajibarang, hingga kemudian dirujuk ke RS Siaga Medika dan meninggal pada Rabu (28/4) malam.

Pihak polisi kemudian membawa jasad Diding ke RS Margono Soekarjo untuk menjalani otopsi karena curiga dengan adanya bekas luka memar di kepala korban.

Kasatreskrim Polresta Banyumas, Kompol Berry mengatakan bahwa pengeroyokan tersebut diduga karena dua orang anak ini tidak terima dengan candaan korban.

“Dari keterangan saksi-saksi dan pelaku penyebabnya karena korban dan pelaku dalam pengaruh minuman keras. Pelaku merasa jengkel karena ucapan korban yang terkesan mengejek sehingga pada saat dalam perjalanan pelaku langsung melakukan kekerasan atau pengeroyokan terhadap korban,” katanya.

Setelah melakukan penyelidikan, pelaku kemudian berhasil diamankan. Berdasarkan keterangan pelaku, mereka melakukan pengeroyokan dengan tangan kosong.

“Dari hasil keterangan pelaku, saat melakukan pengeroyokan menggunakan tangan kosong, lalu ketika emosi memuncak salah satu pelaku menggunakan batu dan memukul sekitar 6 kali di bagian kepala,” jelasnya.

Kedua pelaku yang masih dibawah umur ini ditangani oleh unit PPA Polresta Banyumas. DA dan MF dikenakan pasal 170 ayat (3) tentang pengeroyokan secara bersama-sama hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia. Ancaman hukumannya sesuai dengan pasal, maksimal 12 tahun penjara.

Menurut Berry, kedua pelaku dan korban saling mengenal. Penganiayaan yang berujung maut ini dilakukan saat pelaku dan korban dalam kondisi mabuk berat.

Mereka berniat untuk pulang, dari situlah terjadi candaan yang mengakibatkan pelaku merasa jengkel.

“Merasa jengkel aja mungkin karena terkait pacarnya atau segala macam. Masih kita dalami. Pada saat kejadian pelaku dan korban berboncengan sepeda motor milik korban. Setelah dibunuh barang-barang milik pelaku ditinggal saja di lokasi,” terangnya.

D For GAEKON