Miliki Sejarah Erupsi Yang Mengakibatkan Tsunami, Pvmbg Pasang Alat Seismik Untuk Gunung Api Bawah Laut

0

Miliki Sejarah Erupsi Yang Mengakibatkan Tsunami, Pvmbg Pasang Alat Seismik Untuk Gunung Api Bawah LautGaekon.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan memasang alat seismik untuk gunung api bawah laut Banua Wuhu.

Melansir dari CNN, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani menerangkan bahwa pihaknya akan melakukan pemasangan alat seismik untuk gunung api bawah laut Banua Wuhu. Andiani mengatakan bahwa pemasangan alat itu akan dilakukan tahun ini.

“Untuk Banua Wuhu alatnya akan dipasang tahun ini,” kata Andiani.

Gunung Hobal Dan Gunung Banua Wuhu Memiliki Riwayat Erupsi

Pemantauan gunung api bawah laut hanya difokuskan pada Gunung Hobal dan Gunung Banua Wuhu. Pasalnya dua gunung itu memiliki sejarah erupsi yang menyebabkan tsunami di masa lalu.

Selain fokus pada dua gunung tersebut, Andiani juga menjelaskan bahwa keempat gunung lain berada di laut dalam sehingga dampak erupsi yang mungkin ditimbulkan relatif kecil.

Jadi pemantauan lebih difokuskan pada gunung yang berpotensi memberi dampak besar apabila terjadi erupsi.

“Empat gunung api lainnya merupakan gunung api yang terletak pada kedalaman lebih dari 500 meter atau termasuk pada laut dalam. Sehingga potensi dampak erupsi nya relatif kecil,” tutur Andiani.

Selain itu 4 gunung api tersebut dalam sejarahnya tidak tercatat pernah terjadi bahaya sekunder tsunami. Untuk diketahui, Gunung Hobal terletak di Kabupaten Flores bagian timur, Nusa Tenggara Timur. Gunung ini tercatat mengalami erupsi yang menyebabkan tsunami di wilayah sekitarnya pada 1970-an.

Sementara Gunung Banua Wuhu yang terletak di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara mengalami erupsi yang menyebabkan tsunami pada 1889.

Dari enam gunung berapi bawah laut yang ada saat ini, Andiani mengatakan baru satu gunung yang terpantau.

“Untuk enam gunung api bawah laut, baru satu yang terpantau yakni illi werung hobal (Gunung Hobal),” ujarnya.

Sehingga untuk saat ini belum terlalu banyak data yang terkumpul dari enam gunung bawah laut tersebut.

D For GAEKON