Mirip Cabai Matang, Viral Video Cabai Rawit Di Banyuwangi Di Cat

0

Mirip Cabai Matang, Viral Video Cabai Rawit Di Banyuwangi Di CatGaekon.com – Harga cabai yang terus melonjak membuat para pedagang yang nakal tak kehabisan akal. Banyak dari mereka yang memanfaatkan harga mahal tersebut agar untungnya semakin banyak.

Seperti video yang sedang viral di media sosial. Dalam video yang sempat diunggah akun @agung emfet putra Blambangan di media sosial menunjukkan cabai rawit berlumur cat.

Dalam postingannya itu ia mengatakan bahwa cabai yang dimasak justru lengket seperti cat. Bahkan warnanya pun terlihat oranye seperti warna cabai menuju matang.

“Ati-ati konco kabeh, dulur-dulur kabeh lek tuku lombok lek ngumbah seng tenanan. Deloken iki lho cat oranye warna lombok iki lho, iso digawe koyok ngene, (Hati-hati teman-teman semua, saudara-saudara semua yang beli cabai kalau nyuci yang beneran (bersih). Lihatlah ini cat oranye warna cabai ini lho. Bisa dibuat seperti ini),” katanya dalam video.

Sang pengunggah video itu memastikan bahwa video yang diunggahnya itu adalah kisah nyata. Ia mengatakan bahwa ingin mengingatkan orang-orang agar lebih berhati-hati dalam membeli cabai.

“Sekali lagi untuk semua temen fb saya atau yang membagikan vidio saya, saya gk ingin viral, tujuan saya cuma memberi tau temen2 di fb saya biar hati2 kalau beli cabe soal nya keluarga saya sendiri korbanya dan kalau saya hoax barang bukti ada dan gak rekayasa,” tutupnya.

Kapolsek Purwoharjo AKP Endro Abrianto melalui Kanit Reskrim Ipda Agus Suhartono mengatakan bahwa telah melihat viideo tersebut.

Pihaknya mengaku belum mendapatkan informasi yang kuat mengenai dugaan tersebut. Namun kini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan temuan cabai dicat itu.

“Saya masih kurang jelas mas, besok kalau sudah ada hasil yang A1 saya kabari, biar tidak salah. Saat ini masih saya lidik,” kata Ipda Agus Suhartono.

Ada empat postingan video yang diunggah di laman sosial media miliknya. Semua postingan ada berbagai macam tanggapan. Pemilik akun itu benar-benar meyakinkan bahwa temuan cabai dicat miliknya itu benar.

“Sak larang-larange lombok, mbok lak dodol ya seng lumrah. Iki niat arep mateni wong iki, (Semahal-mahalnya cabai, ya kalau jualan itu yang lazim. Ini mau niat bunuh orang ini),” ujarnya.

D For GAEKON