Modus Investasi Bodong KSP Indosurya, Tawarkan Nasabah Bunga 13%

0
Modus Investasi Bodong KSP Indosurya, Tawarkan Nasabah Bunga 13%

Gaekon.com – Komisi VI DPR melakukan hearing terhadap nasabah yang jadi korban investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta. Kasus ini serupa dengan kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Modusnya, KSP memberikan iming-iming bunga terlampau tinggi yaitu 13 persen es an fix return.

Rapat dengar pendapat itu berlangsung Jumat 8 Mei 2020. Dalam kesempatan itu parlemen memanggil para nasabah dan korban untuk menceritakan lebih lanjut modus operandi koperasi Indosurya.

Salah satu korban, Irfan, mengatakan bahwa dia kepincut berinvestasi karena bunga yang menggiurkan sebab lebih tinggi dari bunga deposito perbankan.

“Saat saya masuk, terus terang saya tahunya Indosurya Finance, kita tidak tahu itu bentuknya koperasi, perjanjiannya benar benar kertas deposito seperti layaknya sebuah bank, jadi tidak ada yang membedakan koperasi simpan pinjam dan bank,” tuturnya, dalam rapat virtual, Jumat 8 Mei 2020.

Dia juga menyatakan kaget bahwa Indosurya Cipta ternyata koperasi simpan pinjam. Hal itu dia ketahui usai gagal bayar bergejolak pada Februari lalu.

Kecurigaan mereka terkuak usai Irfan tak lagi bisa mengambil uang milik mereka. Anggota Komisi VI Fraksi Gerindra, Hendrik Lewerissa mencurigai adanya kejanggalan dalam kasus ini, pasalnya dana nasabah yang mengendap cukup besar, Rp 10 triliun. Padahal, seharusnya koperasi tidak menawarkan imbal hasil yang tinggi seperti instrumen investasi lainnya.

“Skema Indosurya menggiurkan, nasabah beramai-ramai menempatkan dana dengan jumlah yang fantastis. Ini kan hampir sama dengan kasus Jiwasraya dengan godaan bunga besar,” kata Hendrik.

Anggota Komisi VI lainnya dari Fraksi Nasdem, Martin Manurung, cukup prihatin dengan kasus ini. Dia meminta Kementerian Koperasi dan UKM harus membahas ini pada rapat selanjutnya mengenai langkah apa yang sudah dilakukan dan opsi yang sesuai untuk menyelesaikan kasus gagal bayar.

“Komisi VI yang mengawasi Kemenkop harus membawa isu ini dalam rapat selanjutnya, langkah apa yang sudah dilakukan Kemenkop dan opsi visible mereka untuk kita desak memberikan jalan penyelesaian,” katanya.

Adapun, bila akan menempuh jalur hukum, kata Martin, nasabah dan korban juga bisa melakukan pertemuan dengan Komisi III DPR guna mendapatkan kejelasan mengenai proses penegakan hukum.

“Mudah mudahan nasabah mendapatkan jalan keluar dan kita dukung. Kasus Indosurya memang uang yang terlibat cukup besar Rp 10 triliun, saya pikir bisa membentuk tim khusus untuk pengawasan terkait Indosurya,” tandas Martin.

 

K For GAEKON

REVISI : Artikel ini dirubah pada Jumat, 26 Februari 2021 pukul 14.30 WIB. Perubahan dengan menghapus dua paragraf setelah lima paragraf awal yang berisi pernyataan dari nasabah KSP Indosurya, Michelle. Penghapusan keterangan ini karena narasumber yang bersangkutan mencabut pernyataannya.