Modus Ngaku Bisa Datangkan Samurai dari Jepang Dukun Ini Tipu Korbannya Hingga 18 Miliar

0

Modus Ngaku Bisa Datangkan Samurai dari Jepang Dukun Ini Tipu Korbannya Hingga 18 MiliarGaekon.com – Mengaku sebagai dukun, membuat Atim Hariono (AH) dan Sutris (S), dua pria di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, sukses meraup keuntungan besar dari seorang korban mereka. Apalagi kepada korbannya, mereka mengaku mampu mendatangkan katana (pedang panjang dan melengkung yang biasa dipakai oleh para samurai) dari Jepang.

Bahkan mereka berdua mampu mendapatkan uang sebanyak Rp18 miliar dari hasilnya menipu sang korban. Korban terpikat dengan tipu daya mereka lantaran mengaku dapat mendatangkan katana jenis King Roll, seperti yang diketahui bahwa katana jenis tersebut merupakan salah satu katana terbaik di Jepang, harganya diperkirakan mencapai triliunan jika dirupiahkan.

AH dan S dalam menjalankan aksinya, selalu berpura-pura menjalankan berbagai ritual. Ritual itu dimaksudkan agar pedang katana yang diinginkan dapat sampai ke Indonesia dengan mulus. Dengan modus berbagai ritual inilah korban sedikit demi sedikit ditipu.

Sejak 2016 setiap kali mengadakan ritual, AH dan S selalu meminta sejumlah uang kepada korban. Herannya, korbanpun percaya begitu saja karena setiap kali meminta uang, AH dan S menjanjikan bahwa uang yang ia berikan akan dikembalikan dalam jumlah berlipat ganda.

Bertahun-tahun tidak terasa katana yang dijanjikan oleh pelaku tidak kunjung diterima olehnya. Akhirnya korban merasa sadar bahwa ia telah ditipu. Hal itu diketahui juga setelah anaknya yang menyadarkan, setelah melihatnya banyak struk bukti transfer di rumah mereka. Kemudian sang anak pula yang lantas melaporkan apa yang dialami orang tuanya ke Polres Batu, Malang.

Sementara itu, menurut Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama menjelaskan, sejatinya korban telah mengendus penipuan yang dialaminya sejak dua tahun terakhir. Namun karena diancam oleh pelaku, bahwa samurai itu akan gagal didatangkan, korban akhirnya terpaksa terus menyerahkan uang kepada pelaku yang masih merupakan tetangganya itu. Dirinya juga menambahkan, korban memberikan uang tersebut secara bertahap, baik melalui transfer maupun secara tunai.

“Karena korban khawatir tidak mendapatkan keuntungan berlipat, ia rela mengeluarkan biaya secara berkelanjutan,” kata Harviadhi, seperti dikutip dari akun Instagram @devina_jasmine_wijaya.

Para pelaku kini telah diamankan oleh Polres Batu. Dari keduanya, selain puluhan ATM, buku rekening berbagai bank, dan sejumlah bukti resi transfer sejak tahun 2016, selain itu pihak kepolisian juga menyita alat-alat yang dipakai untuk ritual seperti dupa, keris, buku mantra dan doa, mobil Toyota Avanza, dan mobil Taft. AH dan S dijerat dengan Pasal 378 tentang penipuan.

“Ada yang unik waktu itu. Saat kita pertemukan ibu pelapor (korban) dan tersangka, ibunya tidak menyadari kalau dirinya telah menjadi korban penipuan AH dan S. Bahkan sebelum diamankan petugas, pelaku mengaku tidak pernah mandi. Karena jika sampai mandi, ilmunya bisa luntur,” kata Jeifson.

Z For GAEKON