MotoGP 2020 Diundur, Panpel Formula E Jakarta Wait and See

0

Buntut merebaknya virus corona, MotoGP 2020 kemungkinan baru dimulai pada April nanti. Situasi ini diyakini Andrea Dovizioso akan menguntungkan Marc Marquez.

MotoGP 2020 seharusnya start di Qatar pada akhir pekan ini. Namun, karena ada kebijakan pembatasan kunjungan dari Italia sehingga diputuskan bahwa seri pertama dibatalkan. Banyak pebalap, kru, dan para ahli lainnya yang berasal dari sana, sedangkan Italia tengah bergelut mengatasi wabah corona di negaranya sendiri.

Seri kedua di Thailand juga mesti mundur karena situasi yang dianggap kurang ideal. Balapan di Sirkuit Buriram berpeluang besar akan mendapatkan jadwal baru yang berdekatan dengan seri Asia mulai September.

Dengan begini, MotoGP 2020 memungkinkan dimulai di seri ketiga yang akan mengambil tempat di Circuit of the Americas, Austin pada 3-5 April. Itu berarti tidak bisa dipungkiri bahwa Marquez akan memiliki waktu lebih lama untuk memulihkan diri usai menjalani operasi bahu.

“Selama ini Anda tahu Anda memiliki komitmen yang tetap di mana tidak ada yang berubah dan aku menyukainya. Tapi sekarang berubah, dan sudah pasti membantu Marquez, yang sedang menyembuhkan diri dari operasi bahu,” ucap pebalap Ducati itu kepada Gazzetta dello Sport yang dikutip GAEKON. “Sekarang kami memiliki setidaknya satu bulan penuh sebelum memulai,” sambung Dovizioso.

Dengan batalnya balapan di Losail, Dovizioso kehilangan kesempatan untuk meraih kemenangan. Mengingat rekor bagus dia dalam lima tahun terakhir (menang 2, runner-up 3). “Qatar sering menjadi situasi yang bagus untuk kami, sebuah lintasan yang selalu mampu kami maksimalkan. Juga di tahun ini setelah melalui banyak tes menunjukkan bahwa kami kompetitif,” keluh pebalap Italia itu.

Bagaimana pula dengan nasib balapan Formula E yang rencananya akan digelar di Jakarta Juni nanti?

Panitia Pelaksana Formula E Jakarta masih menunggu arahan terkait ancaman virus corona. Namun prioritasnya tetaplah keselamatan publik. Gelaran Formula E Jakarta 2020 kembali menjadi sorotan. Publik meminta ajang balap mobil listrik itu ditunda karena virus corona yang sudah masuk Indonesia.

Ada kekhawatiran bahwa potensi penyebaran akan semakin besar dengan hadirnya kerumunan penonton di ajang itu. Apalagi ajang-ajang olahraga top seperti MotoGP sudah mengumumkan pembatalan MotoGP Qatar serta penundaan MotoGP Thailand dalam isu yang sama.

Direktur Komunikasi Operational Committee (OC) Jakarta E-Prix, Felicia Idama, ketikaa dikonfirmasi GAEKON mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Formula E Operations (FEO). Mereka sepakat untuk terus memantau perkembangan situasi terlebih dulu.

Kendati demikian, Felicia tak menyangkal bahwa wabah virus asal China itu memengaruhi persiapan. “Kami sepakat wait and see. Kami monitor perkembangannya seperti apa karena terdeteksinya virus corona di Indonesia baru 1-2 lalu. Kita lihat perkembangannya seperti apa karena ajang itu masih bulan Juni digelar,” kata Felicia kepada GAEKON pada Rabu (4/3), lewat sambungan telepon. “Yang jelas kami mengutamakan keselamatan orang banyak,” tegasnya.

Felicia percaya FEO memantau dengan saksama isu virus corona karena bukan cuma menjangkit 1-2 negara saja. Seluruh negara tuan rumah akan diperhatikan. “Virus corona ini kan bukan isu di Indonesia saja tapi juga global. Tentu FEO akan memonitor negara-negara yang akan menjadi tuan rumah race. Jadi bukan kami konsentrasi ke balapan. Enggak. Semua faktor negara itu dipertimbangkan,” pungkasnya.

W For GAEKON