Muhammadiyah: Meski Nadiem Minta Maaf Kami Tak Ikut POP

0

Gaekon.com – Kisruh Program Organisasi Penggerak (POP) besutan Mendikbud Nadiem Makarim membuat sang menteri menyampaikan permintaan maaf kepada NU, Muhammadiyah dan PGRI yang sengaja hengkang dari program itu. Kendati telah menyampaikan maaf, Muhammadiyah memastikan pihaknya tak akan mengikuti POP.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah, Kasiyarno, menyambut baik permintaan maaf, namun tetap tidak mengubah sikap mundur dari POP. “Kami sudah punya keputusan bulat. Jadi sekalipun menteri sudah buat pernyataan minta maaf, itu baik. Tapi Muhammadiyah tetap tidak ikut dalam program (POP),” ucap Kasiyarno kepada kumparan, Rabu (29/7).

Mantan Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) itu mengungkap karena sikap yang sudah bulat, Muhammadiyah juga menolak datang dalam diskusi membahas POP malam tadi. “Karena sudahlah dianggap selesai saja.”

Berikut tiga pertimbangan PP Muhammadiyah mundur dari Program Organisasi Penggerak:

Muhammadiyah memiliki 30.000 satuan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia. Persyarikatan Muhammadiyah sudah banyak membantu pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan sejak sebelum Indonesia merdeka, sehingga tidak sepatutnya diperbandingkan dengan organisasi masyarakat yang sebagian besar baru muncul beberapa tahun terakhir dan terpilih dalam Program Organisasi Penggerak Kemdikbud RI sesuai surat Dirjen GTK tanggal 17 Juli Tahun 2020 Nomer 2314/B.B2/GT/2020.

Kriteria pemilihan organisasi masyarakat yang ditetapkan lolos evaluasi proposal sangat tidak jelas, karena tidak membedakan antara lembaga CSR yang sepatutnya membantu dana pendidikan dengan organisasi masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Muhammadiyah akan tetap berkomitmen membantu pemerintah dalam meningkatkan pendidikan dengan berbagai pelatihan, kompetensi kepala sekolah dan guru melalui program-program yang dilaksanakan Muhammadiyah sekalipun tanpa keikutsertaan kami dalam Program Organisasi Penggerak ini.

Sebelumnya, Nadiem meminta maaf dan berharap ketiga organisasi terbesar itu dapat kembali bergabung dalam program organisasi penggerak Kemendikbud.

“Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul dan berharap agar ketiga organisasi besar ini bersedia terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program, yang kami sadari betul masih jauh dari sempurna,” ujar Mendikbud, Selasa (28/7).

K For GAEKON