Naik Jadi Rp 39,8 Juta, Kekurangan Biaya Naik Haji Tak Ditanggung Jemaah

0

Naik Jadi Rp 39,8 Juta, Kekurangan Biaya Naik Haji Tak Ditanggung JemaahGaekon.com – Biaya naik haji tahun ini mengalami kenaikan menjadi Rp 39,8 juta per jemaah. Komisi VIII DPR dan Kemenag menetapkan besaran biaya tersebut dengan asumsi jemaah yang berangkat 110 ribu orang.

Melansir dari Kumparan, Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto mengatakan biaya naik haji Tahun 2020 sebesar Rp 35 juta.

Maka dari itu, jika naik menjadi Rp 39,8 juta, otomatis ada kekurangan sekitar Rp 4 juta tiap jemaah. Kekurangan itu tidak akan dibebankan kepada jemaah, tapi dipenuhi dari alokasi virtual account, yaitu rekening untuk menampung nilai manfaat dana haji jemaah yang sudah melunasi biaya haji Rp 35 juta.

“Dengan kenaikan biaya haji ini tidak akan dibebankan satu rupiah pun kepada jemaah haji. Artinya ada kenaikan Rp 35 juta dari 2020, sudah sepakat tidak dibebankan pada calon jemaah haji, akan disesuaikan dengan embarkasi,” ucap Yandri.

Alokasi virtual account (VA) jemaah lunas tunda sampai dengan Juni 2022 rata-rata sebesar Rp 4,69 jemaah yang menjadi sumber pelunasan Bipih 2022.

“Pengelolaan setor lunas tunda 2021 dan 2022 dilakukan oleh BPKH sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 494 tahun 2020 diktum kedua huruf b dan c,” ucapnya.

Dana tersebut berasal dari akumulasi nilai manfaat BPKH sampai dengan tahun 2021 dan nilai manfaat BPKH tahun 2022.

Yandri menjelaskan nilai manfaat rata-rata Rp 4,69 juta per jemaah berasal dari nilai manfaat alokasi virtual account BPKH tahun 2021 yang dihitung 3,33% atau Rp 1,58 juta, per jemaah.

Sedangkan alokasi virtual account BPH tahun 2022 untuk jemaah tunda sebesar 0,65% terhadap target nilai manfaat BPKH tahun 2022 sebesar Rp 300 ribu per jemaah.

D For GAEKON