Nakes Geram, Anggota DPRD Sikka Sebut Covid-19 Jadi Proyek Rumah Sakit

0

Nakes Geram, Anggota DPRD Sikka Sebut Covid-19 Jadi Proyek Rumah SakitGaekon.com – Pernyataan anggota dewan dari Fraksi PDIP Sikka, yang menyebut Covid-19 menjadi proyek rumah sakit untuk mendulang rupiah membuat para tenaga kesehatan geram.

Hal ini akhirnya membuat 16 organisasi profesi kesehatan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (12/7) mendatangi Kantor DPRD Sikka.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, kedatangan 16 organisasi tersebut untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pernyataan anggota dewan dari Fraksi PDIP Sikka.

Anggota DPRD Dituntut Meminta Maaf

Mereka merasa geram dengan pernyataan anggota dewan dari Fraksi PDIP Sikka “Covid-19 menjadi proyek rumah sakit untuk mendulang rupiah”. Tenaga kesehatan Sikka meminta agar anggota DPRD tersebut meminta maaf.

Perwakilan nakes Mario B Nara membantah pernyataan yang menyebut Covid-19 menjadi proyek rumah sakit.

“Kami para dokter dan nakes yang bekerja di rumah sakit, puskesmas, laboratorium, dan lainya tidak ada urusan dengan proyek,” kata Mario.

Mario justru ingin menagih komitmen pemerintah, yang berjanji memberikan insentif bagi para nakes. Seperti yang kita tahu, nakes menjadi garda terdepan berjuang melawan Covid-19.

Namun pada kenyataannya, selama pandemi baru sekali saja nakes mendapatkan insentif, yakni periode Maret-Mei 2021. Kenyataan ini jauh dari yang dijanjikan pemerintah.

“Jika boleh memilih, tentu banyak di antara kami yang menolak merawat pasien Covid-19,” katanya.

Mario juga mengatakan, tidak sedikit para nakes yang rela merogoh kocek lebih untuk menyewa tempat indekos lantaran takut menularkan virus ke keluarga mereka di rumah selama bertugas. Mario juga kecewa denga adanya tuduhan mengcovidkan jenazah demi mendapat insentif.

“Kami bekerja di bawah sumpah. Menegakkan Diagnosis Covid itu tidak mudah. Ada aturan mainnya yang sangat jelas dalam bentuk Keputusan Menteri Kesehatan,” katanya.

Organisasi profesi kesehatan memberikan enam pernyataan sikap, setelah melakukan telaah mendalam terhadap beberapa pernyataan anggota DPRD Sikka.

Pertama, para nakes menyesalkan pernyataan-pernyataan anggota DPRD Sikka atas nama Bapak Benediktus Lukas Raja dalam video tersebut. Ujaran ini berpotensi menimbulkan rasa tidak percaya masyarakat kepada tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan, melemahkan upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 yang sedang giat kita lakukan.

Kedua, para nakes menolak dan membantah dengan tegas beberapa pernyataan Benediktus Lukas Raja dalam tayangan video tersebut.

Ketiga, para nakes menuntut klarifikasi atas berbagai pernyataan dan tuduhan Benediktus Lukas Raja yang tidak sesuai dengan fakta.

Keempat, para nakes mendesak permohonan maaf Benediktus Lukas Raja secara terbuka di media massa selama 3 (tiga) hari berturut-turut, apabila beliau tidak sanggup membuktikan pernyataan dan tuduhannya dalam video tersebut.

Kelima, para nakes mendesak agar Benediktus Lukas Raja tidak melakukan tindakan gegabah berkaitan dengan upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di kabupaten Sikka.

Keenam, para nakes mendesak Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Sikka untuk memberikan sanksi kepada anggota DPRD Sikka atas nama Benediktus Lukas Raja.

Sebelumnya, anggota DPRD Benediktus Lukas Raja dalam video Youtube menyebut rumah sakit menjadikan Covid-19 sebagai proyek. Video tersebut pun viral di media sosial, hingga memancing emosi para tenaga kesehatan.

D For GAEKON