Nama Luhut Muncul Di Pandora Papers, Begini Kata Jubirnya!

0

Nama Luhut Muncul Di Pandora Papers, Begini Kata Jubirnya!Gaekon.com – Nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dikabarkan muncul di Pandora Papers.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, ada dua pejabat yang masuk dalam laporan Pandora Papers yakni Luhut dan inisial AH. Namun pejabat tersebut masih berusaha untuk dimintai konfirmasi.

Sebelumnya, Luhut terungkap pernah menghadiri rapat direksi perusahaan bernama Petrocapital SA, yang terdaftar di Republik Panama.

Luhut diketahui hadir langsung dalam beberapa kali rapat yang berlangsung selama 2007-2010. Bahkan, ia ditunjuk menjadi Presiden Petrocapital dalam rapat yang digelar 19 Maret 2007.

Luhut terpilih bersama dua orang lain dan berkantor di Guayaquil, 400 kilometer sisi barat daya ibu kota Ekuador, Quito.

Pertemuan saat itu mengesahkan perubahan nama perusahaan dari Petrostar International SA menjadi Petrostar-Pertamina International SA. Perusahaan yang berganti nama itu ditugasi memproduksi sekaligus mengangkut produk minyak bumi.

Petrostar juga diperintahkan melakukan ekspor-impor. Namun, perusahaan tersebut hanya bertahan tiga tahun, lantaran dewan direksi membubarkannya dalam rapat pemegang saham luar biasa pada Juli 2010.

Juru bicara Luhut, Jodi Mahardi membenarkan kabar bahwa Petrocapital dibentuk di Republik Panama. Ia juga mengatakan bahwa Luhut sempat menjabat di perusahaan tersebut.

Jodi mengatakan bahwa perusahaan tersebut didirikan pada 2006 oleh Edgardo E.Dia dan Fernando A.Gil. Petrocapital memiliki modal disetor senilai US$ 5.000.000, yang salah satu bidang usahanya adalah minyak dan gas bumi.

“Bapak Luhut B. Pandjaitan menjadi Direktur Utama/Ketua Perusahaan pada Petrocapital S.A pada 2007-2010,” kata Jodi.

Jodi juga mengungkapkan bahwa perusahaan itu rencananya akan digunakan untuk pengembangan bisnis di luar negeri terutama di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Namun, sayangnya ketika Luhut memimpin, perusahaan itu gagal memperoleh eksplorasi migas yang layak.

“Ada berbagai kendala terkait dengan kondisi geografis, budaya, dan kepastian investasi sehingga Pak Luhut memutuskan mundur dan berfokus pada bisnis yang ada di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Jodi membantah soal kabar bahwa Luhut berkongsi dengan perusahaan minyak milik pemerintah Indonesia dan mengubah nama perusahaan.

D For GAEKON