Ngaco, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Bilang Tidak Ada Bebas Kredit 1 Tahun

0
Ngaco, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Bilang Tidak Ada Bebas Kredit 1 Tahun

Jakarta – Pemerintah sempat mengumumkan insentif bagi rakyat di tengah Pandemi Corona berupa keringanan cicilan kredit selama satu tahun. Karena disampaikan secara asal-asalan, akibatnya masyarakat salah paham. Sebagian besar berpendapat ada kebebasan pembayaran angsuran kredit selama 1 tahun.

Hal itu dibantah keras oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Pihaknya merespon dengan mengeluarkan pengumuman berisi syarat dan ketentuan bagi debitur untuk bisa mendapatkan relaksasi kredit.

Ketua APPI Suwandi Wiratno meluruskan kesalahpahaman tersebut. Menurut dia, saat ini semua perusahaan pembiayaan tengah menawarkan relaksasi, namun bukan membebaskan angsuran kredit selama 1 tahun.

“Adapun jenis restrukturisasi (keringanan) yang dapat ditawarkan antara lain perpanjangan jangka waktu, penundaan sebagian pembayaran, dan/atau jenis restrukturisasi (keringanan) lainnya yang ditawarkan oleh perusahaan pembiayaan,” kata Suwandi dalam keterangan tertulis, Minggu 29 Maret 2020 kepada GAEKON.

Pengajuan restrukturisasi itu diperkenankan hanya kepada debitur yang terdampak corona. Syaratnya antara lain, terdampak langsung Covid-19 dengan nilai pembiayaan di bawah Rp 10 miliar, merupakan pekerja sektor informal dan/atau pengusaha UMKM.

Selain itu tidak memiliki tunggakan sebelum 2 Maret 2020 saat Pemerintah mengumumkan virus corona, merupakan pemegang unit kendaraan/jaminan dan kriteria lain yang ditetapkan perusahaan pembiayaan.

Pengajuan restrukturisasi itu berlaku hari ini Senin 30 Maret 2020. Tata cara pengajuannya, pertama permohonan restrukturisasi dapat dilakukan dengan cara mengisi formulir yang dapat di-download dari website resmi perusahaan pembiayaan.
Kedua, pengembalian formulir dilakukan melalui email (tidak perlu mendatangi kantor perusahaan pembiayaan).

“Restrukturisasi dapat disetujui apabila jaminan kendaraan/jaminan lainnya masih dalam penguasaan Bapak/Ibu debitur sesuai perjanjian pembiayaan,” ujar Suwandi.

Bagi debitur yang telah mendapatkan persetujuan, Suwandi meminta mereka untuk melakukan pembayaran dengan penuh tanggung jawab sesuai keringanan yang disetujui bersama.

“Sedangkan bagi Bapak/Ibu yang tidak terdampak wabah Virus Corona tetap melakukan pembayaran angsuran sesuai perjanjian, agar terhindar dari sanksi denda dan catatan negatif di dalam Sistem Laporan Informasi Keuangan (SLIK),” ujarnya.

APPI meminta masyarakat untuk tidak percaya hoaks yang beredar dan lebih percaya pada informasi resmi dari perusahaan pembiayaan. Pihaknya juga meminta kepada debitur untuk melaporkan para debt colector yang bertindak melenceng dari ketentuan.

“Dapat kami sampaikan bahwa perusahaan pembiayaan tetap beroperasi dan memberikan layanan kepada Bapak/Ibu. Semoga kita semua diberi kelancaran usaha dan dijauhkan dari wabah yang ada,” tandasnya.

K For GAEKON