Ngaku FB Dibajak, Pria Ini Viral Karena Komentar Cabul Soal KRI Nanggala

0

Ngaku FB Dibajak, Pria Ini Viral Karena Komentar Cabul Soal KRI NanggalaGaekon.com – Insiden tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala 402 saat ini tengah merajai media sosial. Banyak yang turut mendo’akan atas musibah yang menimpa 53 awak ini di media sosial.

Di salah satu momen postingan terkait KRI Nanggala ini justru mendapat komentar negatif. Hal tersebut dibagikan oleh akun Twitter @Mazzini_gps yang diunggah pada Senin (26/4) pukul 01.15 WIB.

Dalam unggahan tersebut menunjukkan seorang pria bernama Imam Kurniawan. Pria ini menulis komentar yang tak pantas dalam unggahan insiden tenggelamnya KRI Nanggala.

Belakangan ini dikabarkan bahwa Imam sudah diamankan di koramil. Sang pemilik akun turut membagikan sejumlah foto yang menunjukkan kalau Imam telah diamankan.

“Imam Kurniawan udah tertangkap, sekarang udah diamanin di koramil,” tulis akun @Mazzini_gps.

Pada kolom komentar, terdapat pula sebuah video klarifikasi oleh Imam. Pria ini ternyata berprofesi sebagai petani di kawasan Medan, Sumatera Utara. Ia mengaku tidak tahu mengenai komentar yang tengah viral tersebut.

Bunyi pernyataan Imam:

Kejadian bermulanya kan gak tahu sama sekali, aku waras punya istri punya anak, punya tanggung jawab. Posisi kerjaan aku itu petani, sehari-hari petani dari pagi sampai sore. Waktu pegang hp itu malam saja, kalau yang namanya posting itu berawal jam berapa aku komen itu tidak tahu sama sekali, gak sadar. Dan posisi aku lagi buka HP, langsung tertera notifikasi aku viral gini-gini, jadi buronan. Aku lihat itu permintaan pesan itu banyak sekali.

Aku tuh sesak, kaget lah, posisi capek pulang dari ladang. Nengok hp sudah kaya gitu posisinya. Pagi ke ladang posisi hp di cas, aku tuh gak pernah bawa hp.

Seumpama, kalau keluarga dari bapak polres ataupun orang yang saya bikin postingan itu walaupun bukan saya, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada orang yang sudah menilai saya buruk.

Tetapi saya berani, namanya saya islam, diajarkan untuk berani maju di saat kita benar. Di saat kita salah, saya akan mengaku salah, tapi kalau saya benar saya berani maju sampai kapan pun.

Imam menjelaskan bahwa sejak pagi sampai sore, ia berada di ladang dan tidak memegang ponsel genggam. Singkat kata, ponsel genggam ia dibajak orang tidak bertanggung jawab dalam video juga terlihat jika lokasi log in Facebook akun Imam berada di Bandar Lampung.

D For GAEKON