Ngaku Jadi Warga ‘Negara Kekaisaran Sunda Nusantara’, Pengemudi Mobil Pelat Biru Ini Ditilang Polisi

0

Ngaku Jadi Warga ‘Negara Kekaisaran Sunda Nusantara’, Pengemudi Mobil Pelat Biru Ini Ditilang PolisiGaekon.com – Mobil hitam berpelat warna biru yang melintas di Km 3 Tol Cawang, mendadak diberhentikan polisi pada Rabu (5/5) siang. Mobil tersebut distop lantaran polisi menaruh kecurigaan atas pelat nomornya.

Mobil Mitsubishi Pajero Sport dengan pelat nomor SN-45-RSD ini dikemudikan oleh Rusdi Karepesina (55). Selain pengemudi, ada satu orang penumpang lainnya di dalam kendaraan warna hitam itu. Mobil ini diketahui hendak mengarah ke Bogor.

Polisi yang menaruh curiga itu sontak memeriksa sang pengemudi. Namun Rusdi tak bisa menunjukkan surat-surat kelengkapan kendaraan yang sah.

Rusdi Karepesina justru menunjukkan STNK dan SIM yang bukan produk Polri. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menerangkan bahwa mobil tersebut menggunakan pelat nomor yang tidak sesuai standar tanda nomor kendaraan bermotor.

“Kendaraan Mitsubishi Pajero tersebut menggunakan pelat nomor yang tidak sesuai dengan standar tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang dikeluarkan oleh Polri dan menggunakan pelat nomor SN-45-RSD,” terang Sambodo.

Rusdi justru menunjukkan SIM dan STNK yang dikeluarkan ‘Negara Kekaisaran Sunda Nusantara’. Ia bahkan memiliki identitas semacam KTP produk Kekaisaran Sunda Nusantara. Mobil tersebut juga ditempeli stiker logo ‘Negara Kekaisaran Sunda Nusantara’.

Rusdi Karepesina mengaku sebagai warga ‘Negara Kekaisaran Sunda Nusantara’, ia memiliki pangkat jenderal pertama.

“Jenderal Pertama TKSN/ Imperial Army of Sunda Archipelago,” demikian keterangan di foto.

Polisi akhirnya menilang Rusdi Karepesina atas pelanggaran lalu lintas. Selain tidak bisa menunjukkan STNK, ia juga tidak memiliki SIM. Sambodo mengatakan, Rusdi Karepesina telah melanggar Pasal 280 dan 288 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu intas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

“Kedua-duanya (Pasal 280 dan 288 UULAJ yang dilanggar Rusdi) dengan ancaman 2 bulan penjara dan denda Rp 500 ribu,” ujar Sambodo.

Menurut keterangan Arif Indra, ketua RT di tempat tinggal Rusdi menyebutkan bahwa Rusdi adalah seorang pengusaha. Ia merupakan warga Duren Sawit, Jakarta Timur. Menurut Arif, Rusdi Karepesina adalah Kasie Keamanan di lingkungan RT tempat tinggalnya.

Polisi juga telah melakukan cek fisik kendaraan. Hasil pengecekan, mobil Pajero Sport tersebut terdaftar di Polda metro Jaya.

“Kalau nomornya aslinya itu setelah kita teliti adalah B-8462-BP,” jelas Sambodo.

Sementara itu, Kasat PJR Polda Metro Jaya Kompol Akmal mengatakan bahwa pemilik pertama kendaraan tersebut adalah seseorang berinisial S. Namun kini telah berpindah tangan kepada Rusdi.

D For GAEKON