Surabaya – Komisi A DPRD Kota Surabaya melakukan sidak di sebuah panti pijat di Jalan Tunjungan. Di lokasi yang hendak diinspeksi, para wakil rakyat tersebut malah dibentak. Mereka juga terkejut saat mendapati informasi bahwa panti pijat itu ternyata juga menawarkan servis plus plus.

Ketua Komisi A Pertiwi Ayu Krisna mengatakan bahwa pihaknya mendapat laporan dari warga jika panti pijat di kawasan Jalan Tunjungan bertambah parah dengan adanya layanan pijat plus plus. “Symphoni, kami dari komisi yang mendengar, saat ini tambah parah. Terbuka untuk plus plusnya (pijat), sehingga kami melakukan sidak ke sana,” kata Ayu kepada GAEKON, Selasa (11/2).

Sidak di panti pijat itu diikuti seluruh anggota Komisi A. Di sana, para wakil rakyat itu menemukan seperti yang diinformasikan. “Benar, kami lihat sendiri. Awal kami datang, kami nanya baik-baik kami pingin ketemu pimpinannya. Karena kami lihat ada etalase, ada perempuannya duduk di sofa. Pakai baju mini, hak nya tinggi, make up nya menor dan dadanya kelihatan,” kata Ayu.

Anggota dewan lalu kemudian menanyakan dan ingin melihat surat izin panti pijat tersebut. Bukannya memenuhi keinginan para anggota dewan, salah satu pegawai justru menanyakan surat keterangan sidak. “Ada ibu-ibu setengah baya, menanyakan (kami) dari mana terus bentak-bentak. Mana surat tugasnya, mana surat tugasnya,” kata Ayu.

Ayu kemudian menjelaskan bahwa kedatangan mereka terkait tugas pengawasan DPRD Kota Surabaya. Ayu lalu kembali meminta surat izin dari panti pijat tersebut. “Ternyata mereka tidak mampu menunjukkan surat izinnya. Andaikan Symphony itu sudah berizin, massage gitu kan, tapi yang kami tanyakan plus plusnya. Mana ada izin dikeluarkan kalau ada massage plus plusnya,,” lanjut Ayu.

Ayu lalu memastikan bahwa tempat itu melayani pijat plus plus. Karena saat salah satu anggota Komisi A mencoba naik ke ruang atas, ditemukan bilik kamar dalam kondisi tertutup. Ditambah adanya pengakuan dari salah satu pegawai yang sudah bekerja sejak panti pijat itu berdiri. Saat ditanya oleh salah satu anggota dewan, pegawai itu mengaku bahwa tempat itu adalah tempat pijat namun dengan layanan plus plus. “Tempat ini untuk apa, untuk massage kah, lalu dijawab iya, plus-plus tapi bu,” ujar Ayu.

W For GAEKON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here