NIK Jadi NPWP, Anak Usia 17 Tahun Ke Atas Wajib Bayar Pajak? Begini Kata Sri Mulyani

0

NIK Jadi NPWP, Anak Usia 17 Tahun Ke Atas Wajib Bayar Pajak? Begini Kata Sri MulyaniGaekon.com – Usai disahkannya UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) oleh DPR RI di Sidang Paripurna, Kini NIK pada KTP bisa digunakan sebagai nomor pokok wajib pajak (NPWP) bagi wajib pajak orang pribadi.

Hal itu sontak munculkan sejumlah isu, salah satunya soal setiap orang yang memiliki NIK wajib bayar pajak. Menteri Keuangan, Sri Mulyani membantah hal ini.

Pihaknya mengatakan bahwa penambahan fungsi NIK menjadi NPWP tidak serta-merta membuat anak usia di atas 17 tahun wajib membayar pajak.

Sri Mulyani menjelaskan penarikan pajak hanya dilakukan kepada wajib pajak yang punya penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ini untuk meluruskan mahasiswa baru lulus, belum kerja tapi punya NIK harus bayar pajak, (itu) tidak benar,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menegaskan pekerja ataupun wajib pajak yang memiliki penghasilan Rp 4,5 juta per bulan atau Rp 54 juta per tahun tidak dikenakan pajak penghasilan (PPh) sama sekali. Golongan ini masuk dalam golongan penghasilan tidak kena pajak (PTKP).

Penghasilan yang dikenai pajak dalam UU HPP adalah minimal Rp 60 juta per tahun, lebih tinggi dari besaran penghasilan di UU sebelumnya, yakni Rp 50 juta.

“Kalau pendapatan mereka di bawah tidak kena pajak, dia tidak membayar pajak. Adanya UU HPP setiap orang yang punya pendapatan hingga Rp 4,5 juta per bulan, single, itu dia tidak kena pajak,” terangnya.

Sementara untuk wajib pajak yang memiliki penghasilan Rp 60 juta per tahun akan dikenakan pajak penghasilan (PPh) dengan tarif 5 persen. Adapun untuk Rp 60 juta – Rp 250 juta akan dikenakan tarif pajak 15 persen dari penghasilan tersebut.

D For GAEKON