Oknum Pegawai Dinas Sosial Kota Pekalongan Sibuk Karaoke Saat Warga Korban Banjir Minta Bantuan

0

Oknum Pegawai Dinas Sosial Kota Pekalongan Sibuk Karaoke Saat Warga Korban Banjir Minta BantuanGaekon.com – Warga terdampak banjir di Kota Pekalongan ini membagikan kisah mirisnya. Mereka terkesan dipersulit oleh oknum pegawai Dinas Sosial (Dinsos) setempat saat mencoba meminta bantuan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Suarajawatengah, dalam akun facebook bernama Mamase Eko mengunggah sebuah foto seorang warga sedang duduk didepan ruangan Dinsos. Dari foto tersebut, terlihat ada dua orang tengah sibuk karaoke.

Akun tersebut mengunggah fotonya pada Selasa (9/2). Dalam postingannya, Mamase Eko menceritakan tentang upayanya bersama sejumlah warga untuk meminta bantuan ke kantor Dinas Sosial Kota Pekalongan.

Saat dikonfirmasi, Mamase Eko membenarkan cerita yang ia posting di facebook tersebut. Eko Noviyanto, 34, nama pemilik akun itu merupakan warga Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara.

Ia bercerita bahwa saat itu datang ke kantor Dinas Sosial Kota Pekalongan menerjang banjir dengan mengendarai roda tiga bersama ketua RT dan RW. Sesampainya di kantor Dinsos, petugas yang menemuinya menyebut stok bantuan sudah habis.

Namun warga tidak percaya begitu saja. Mereka mengatakan bahwa melihat masih ada sisa lima karung beras di dalam kantor Dinas Sosial. Mendengar pernyataan itu, oknum petugas langsung kebingungan.

“Tiba-tiba ‎oknum petugas gelagapan dan akhirnya menemui rekannya, lalu rekannya dtg dg alasan yang beda, dia minta surat2 yg sdh kami bawa..dan lalu kasih alasan bhw surat2 tsb tdk lengkap krn tdk ada cap dr kelurahan,” tulis Mamase Eko.

Mamase Eko memastikan kepada petugas jika mereka malam itu juga meminta cap dari kelurahan apakah bantuan bisa diberikan. Petugas yang menemui kemudian menjawab bisa. Namun saat mereka mencoba menawarkan untuk membawa bantuan berasnya ‎bersama petugas Dinas Sosial dan sekalian mengambil cap surat di kantor kelurahan, hal itu ditolak oleh petugas

Para warga semakin emosi lagi ketika melihat di dalam kantor Dinsos terdapat sejumlah oknum pegawai lainnya yang sedang santai-santai sambil karaoke.

Setelah melalui‎ perdebatan cukup keras, mereka akhirnya bisa memperoleh bantuan beras sebanyak satu karung ukuran 25 kilogram.

“Paginya kami diminta dtg dan membawa surat2 dr kelurahan..harapannya 3 RT yg blm kebagian bs dpt..dan…hanya dpt 25 kg…yowes lah…,” tulis Mamase Eko di akhir postingannya.

Postingan tersebut sudah mendapat 2,7 ribu tanggapan dan 4,5 ribu komentar dari warganet serta 619 kali dibagikan. Banyak sekali warganet yang mengecam oknum pegawai Dinsos tersebut, karena mereka terkesan mempersulit warga korban banjir.

D For GAEKON