Maag Akut, Oknum Satpol PP Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

0

Maag Akut, Oknum Satpol PP Gowa Ajukan Penangguhan PenahananGaekon.com – Usai ditetapkan sebagai tersangka, oknum Satpol PP Gowa, Mardani Hamdan kini mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Hal ini diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Muhammad Shyafril Hamzah.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Indozone, penangguhan penahanan tersebut diajukan Shyafril pada Rabu (21/7). Shyafril mengatakan bahwa salah satu alasan Mardani mengajukan penangguhan tersebut lantaran memiliki penyakit maag akut.

“Dia (Mardani) punya penyakit maag akut,” kata Shyafril.

Alasan lain yang membuat Mardani mengajukan hal tersebut adalah karena ia memiliki istri dan anak yang masih membutuhkan kasih sayang serta bimbingannya.

“Terus dia punya anak dan istri yang masih membutuhkan kasih sayangnya,” tambah Shyafril.

Jika penangguhan tersebut diizinkan, Shyafril mengatakan bahwa kliennya itu tidak akan melarikan diri ataupun mengulangi tindak pidana tersebut.

Penyidik Polres Gowa Menolak Penangguhan Penahanan

Sayangnya, penyidik Polres Gowa menolak penangguhan penahanan tersebut. Pihaknya tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait penolakannya tersebut.

“Pengajuan penangguhan penahanan ada tapi tidak saya berikan,” kata Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachman.

Mardani ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melaksanakan gelar perkara terkait kasus dugaan pemukulan yang dilakukan Mardani terhadap pasangan suami istri tersebut. Atas perbuatannya, Mardani dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sebelumnya, Mardani ditetapkan menjadi tersangka kasus pemukulan pasangan suami istri pemilik warkop saat razia PPKM mikro pada Jumat (16/7) lalu.

D For GAEKON