Ondel-ondel Di Jalanan DKI Jakarta Bakal Dilarang

0
Ondel-ondel Di Jalanan DKI Jakarta Bakal Dilarang

Jakarta – Aturan perampok kepada pengemis. Begitulah jargon yang tepat menggambarkan regulasi Pemprov DKI Jakarta yang bakal melarang pengemis berkostum ondel-ondel.

Pengamen ondel-ondel memang marak beberapa tahun terakhir. Mereka biasanya diarak di DKI keluar-masuk gang. Hal itu tentu bikin jengah tuan-tuan dan puan-puan di Balai Kota dan Kebon Sirih.

Pemerintah DKI dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta kompak akan melarang ondel-ondel diarak keluar-masuk gang.

Mengemis memang tidak sesuai dengan esensi penciptaan ondel-ondel. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi E DPRD DKI Iman Satria. Dia mengaku merasa miris melihat boneka raksasa ikon Betawi itu digunakan untuk minta-minta duit.

Komentar yang sama juga dikatakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana. Iwan menilai ondel-ondel tidak pantas digunakan untuk mengamen. Hal itu adalah salah satu bentuk penyalahgunaan.

Namun sayang diantara kedua pejabat itu tidak ada yang jeli mengkaji mengapa mereka sampai harus terpaksa turun ke jalan untuk meminta-minta. Iwan menyatakan telah bertemu dengan Komisi E DKI Jakarta pekan lalu. Mereka sepakat merevisi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi untuk melarang pengamen ondel-ondel.

“Jadi, nanti kami akan atur regulasinya,” kata Iwan kepada GAEKON Jumat 7 Februari 2020. Dalam perda itu menyebut, Pemprov DKI bertanggung jawab melestarikan kebudayaan Betawi, seperti meningkatkan partisipasi, kreativitas, dan kesadaran masyarakat Jakarta terhadap pelestarian kebudayaan Betawi.

Namun dalam perda itu murni tidak ada kata yang membahas ondel-ondel secara eksplisit. Dalam Pasal 10 hanya dinyatakan bahwa bahwa pelestarian kebudayaan Betawi bertujuan untuk meningkatkan sikap positif masyarakat terhadap kesenian melalui pendidikan dan apresiasi seni di sekolah dan di luar sekolah.

Iwan mengatakan penggunaan ondel-ondel sebagai alat mengamen disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat terhadap kebudayaan Betawi. “Kami akan beri sosialisasi juga nanti,” katanya.

Lalu, turunnya mereka ke jalan untuk mengemis disebabkan karena apa pak?

Baca juga : Tingkatkan Jalur, Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Melaju 160 Km

K For GAEKON