Opini GAEKON: Anggaran Disunat, Utang Ditambah, Kemana Semua Duitnya?

    0

    Pemerintah Indonesia diketahui telah melancarkan berbagai kebijakan dalam bidang ekonomi untuk menangani imbas dari Corona alias Covid-19. Dengan berbagai macam julukan. Ada relaksasi, libur cicilan, gratis tarif dan lain sebagainnya.

    Secara regulasi pun telah diterbitkan Perpres 54 Tahun 2020,yang secara umum mengatur tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2020.

    Alhasil, anggaran berbagai pihak harus rela disunat. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memotong anggaran tahun 2020 sebesar Rp 1,5 triliun. Anggaran Kementerian Riset dan Teknologi dipangkas Rp 40 triliun, dari semula Rp 42 triliun menjadi Rp 2 triliun.

    Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merealokasi anggaran sebesar Rp 24,53 triliun guna membantu menangani penyebaran virus corona atau Covid-19. Sedang anggaran kepolisian juga terpangkas Rp 8 triliun. Dan masih banyak yang lainnya.

    Di satu sisi, Pemerintah menerbitkan obligasi global senilai US$4,3 miliar pada Senin 6 April 2020 malam. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pemerintah berhasil melakukan US$4,3 miliar dari emisi tahap pertama surat utang yang dananya akan digunakan untuk penanganan dan pemulihan penyebaran COVID-19.

    “Ini merupakan global bond terbesar yang pernah diterbitkan Indonesia. Selain itu, ini menjadi global bond pertama di Asia yang berhasil diterbitkan sejak terjadi pandemi pada Februari 2020,” paparnya, Selasa (7/4).

    Intinya, ngutang! Terus terang, ini bikin saya‘bertakon-takon’. Anggaran sana-sini dipotong, katanya sih untuk penanganan corona. Tambah lagi utang, baik dalam bentuk bond maupun pinjaman dari lembaga ekonomi dunia.

    Tapi apa bentuk konkritnya? Yang ada malah berita PHK dimana-mana. Para buruh hanya bisa menangis. Pengusaha juga sudah mengancam, hanya kuat bertahan dua bulan lagi. Industri jangan ditanya lagi, terseok-seok terhantam kurs rupiah yang terus melemah.

    Mungkin pembaca ada yang bisa memberi pencerahan pada rakyat jelata seperti saya. Duit segitu banyak, kemana larinya? Kalau dibeliin cendol semua, bisa bikin Indonesia tenggelam ga ya?

    W For GAEKON