Kedua Orangtuanya Positif Covid-19 Dan Meninggal Dunia, Bocah 10 Tahun Ini Isoman Seorang Diri

0

Kedua Orangtuanya Positif Covid-19 Dan Meninggal Dunia, Bocah 10 Tahun Ini Isoman Seorang DiriGaekon.com – Malang nian nasib bocah 10 tahun ini. Usai kedua orang tuanya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19, ia harus menjalani isolasi mandiri (isoman) seorang diri.

Bocah bernama Vino ini menjalani isoman sendiri di rumahnya. Ia merupakan pelajar kelas tiga SD di kampung Linggang Purworejo, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Paman Vino, Margono menceritakan kronologi yang menimpa keluarga Vino. Semua berawal sekitar tiga pekan lalu. Ayah Vino, Kino Raharjo (31) mengalami sakit, keluarga menduganya itu adalah sakit tipes dan kemudian diberi obat.

Tidak Menduga Jika Positif Covid

Keluarga sama sekali tidak menduga bahwa Kino terpapar Covid-19. Pasalnya, pada 29 Juni 2021, Kino ikut vaksin dosis pertama sehingga diduga kondisi itu hanya efek vaksin.

Kino sendiri sehari-harinya berjualan pentol keliling. Meski dalam kondisi sakit, saat itu Kino tetap berjualan keliling.

Usai pulang berjualan, kondisi Kino semakin memburuk. Ia bahkan selalu muntah setiap kali habis makan.

“Makan muntah, makan muntah. Sudah diperiksa medis dan diberi obat, tapi enggak kunjung sembuh,” ungkap Margono.

Melihat kondisi Kino yang semakin memburuk, keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa Kino ke rumah sakit.

“Tapi, setelah di rumah sakit diperiksa hasil swab positif (Covid-19) tepat 11 Juli. Oleh petugas medis, diberi obat, vitamin, suruh isolasi di rumah,” katanya.

Mengetahui sang suami positif, Lina yang sedang hamil 5 bulan kemudian melakukan swab PCR di puskesmas. Pihak Puskesmas menyarankan isolasi di Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar, meski belum keluar hasil pemeriksaan PCR-nya. Alasannya, agar mendapat pendampingan dari dokter.

Kondisi Lina semakin memburuk lantaran ia memiliki sakit asma. Kino yang awalnya dirawat di rumah kondisinya juga menurun hingga harus dilarikan ke RS.

Kemudian, Vino juga menjalani pemeriksaan dan dinyatakan positif, hanya isolasi di rumah karena tak bergejala.

Namun, keduanya tidak bisa diselamatkan. Lina dikabarkan meninggal dunia pada Senin (19/7). Kemudian Kino meninggal dunia pada Selasa (20/7).

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, Ritawati Sinaga didampingi Puskesmas, Koramil, Polsek Tering dan aparat Kampung mendatangi Vino pada Rabu (22/7). Kunjungan itu bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan Vino sembari menyerahkan bantuan sosial.

Saat ini, Vino diurus oleh pamannya, Margono dan tetangga terdekat. Meski dinyatakan positif, beruntungnya keadaan Vino baik-baik saja tanpa gejala.

D For GAEKON