Ortu Pelajar Bunuh Begal Ngaku Ikhlas Terima Vonis Hakim

0

Malang, JATIM – ZL (17 tahun) pelajar pembunuh begal yang hendak memperkosa pacarnya kemarin dijatuhi vonis 1 tahun masa pembinaan oleh majelis hakim. Orang tua ZL menerima keputusan PN Kepanjen Kabupaten Malang tersebut.

Baca Juga : Pengacara Minta Pelajar Bunuh Begal Divonis Bebas

Salah satu dari tim kuasa hukum ZL, Bhakti Riza Hidayat menuturkan hari ini Jumat 24 Januari 2020 mendatangi PN Kepanjen. Mereka akan menyampaikan telah menerima keputusan hakim yang dibacakan pada persidangan kemarin siang.

“Besok (Jumat) bersama Bapak Sudarto akan datang ke Pengadilan Negeri (PN Kepanjen) untuk mengisi form terkait penerimaan putusan hakim tadi,” tutur Bhakti kepada GAEKON Kamis 23 Januari.

Bhakti telah berkomunikasi dengan keluarga untuk menyikapi keputusan hakim. “Khususnya bagaimana pembinaan yang akan dijalani, akan banyak menerima pendidikan dan kami selaku penasehat hukum bisa menerima keputusan itu,” pungkas Bhakti.

Keluarga ZL mengaku berterima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan selama proses hukum berjalan. “Saya berterima kasih sekali atas keputusan hakim, dan saya bisa terima dengan ikhlas dan legowo. Saya juga berterima kasih kepada teman-teman (konco-konco) wartawan sudah memberikan suport kasus perihal anak kami. Saya juga berterima kasih banyak kepada penasehat hukum kepada anak kami,” ujar ayah ZL, Sudarto saat memberikan keterangan kepada awak Kamis malam.

Dia beserta keluarga ZL yang lain tidak akan melakukan banding atas vonis terhadap putranya. “Saya tidak banding. Saya bisa terima dengan lapang dada dan ikhlas atas putusan hakim. Intinya biar kasus ini selesai dan anak saya mudah-mudahan bisa beraktivitas lagi ke sekolah,” tegasnya.

ZL akan menjalani pembinaan selama setahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam. Sudarto mempercayai lembaga tersebut untuk melanjutkan pendikan demi masa depan.

“Ya intinya, kami sebagai kepala keluarga terus memberikan dukungan agar bisa menuntut ilmu lebih tinggi,” ucapnya.

Sebelumnya Bhakti sempat meminta keluarga untuk berpikir dahulu atas vonis tersebut. Namun Bhakti akhirnya memahami jalan pikiran keluarga atas kasus yang menimpa ZL.

“Bukan pertimbangan hukum saja, tetapi banyak faktor yang membuat keluarga menerima keputusan hakim. Salah satu hal utama adalah menyelamatkan anak ZL dari semua kegaduhan yang ada,” ujar Bhakti.

K For GAEKON