OTG di Surabaya Diinapkan di Hotel Gratis!

0
OTG di Surabaya Diinapkan di Hotel Gratis!

Keputusan yang diambil oleh Pemkot Surabaya ini bakal memanjakan para Orang Tanpa Gejala (OTG). Bagaimana tidak, dua hotel di Surabaya bakal disiapkan untuk isolasi para Orang Tanpa Gejala (OTG). Ada 200 kamar yang disiapkan. Di situ, para OTG akan dirapid test dan tes swab.

“Jadi ada satu hotel itu seratus (kamar), satu hotel seratus. Jadi sekitar dua ratusan (kamar). Sambil kita tes swab dua kali. Biaya ditanggung Pemkot Surabaya,” kata Walikota Surabaya Tri Rismaharini di balaikota, Senin (20/4).

Dari data di Humas Pemkot Surabaya, dua hotel yang disiapkan menyediakan 314 kamar untuk para OTG bisa mengisolasi diri.

Risma menjelaskan penyediaaan hotel untuk para OTG ini tujuannya adalah untuk memutus rantai penyebaran Corona. Alternatif ini disiapkan sebab para OTG ini biasanya enggan atau malu untuk pergi ke rumah sakit. Karena itu Pemkot Surabaya memfasilitasi mereka untuk bisa isolasi di kamar hotel tersebut.

Risma menyebut meski sudah disediakan hotel, tapi jika ada OTG yang tidak mau diisolasi di kamar hotel yang telah disiapkan, Pemkot Surabaya menyilakan untuk melakukan isolasi mandiri. Tetapi pantauan tetap dilakukan oleh tim gugus percepatan penanganan COVID-19 Kota Surabaya.

“Tapi ada yang tidak mau di hotel, dia mau dirawat sendiri di rumah. Kami terus pantau karena kan ada nomor handphonenya. Jadi kadang-kadang saya sendiri yang meneleponin mereka,” tandas Risma.

Seiring hal ini, pihak kepolisian terus mengajak masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Surabaya. Mulai dari membubarkan kerumunan hingga mengimbau tak mudik Lebaran.

Dari pantauan GAEKON tercatat ada 23 polsek jajaran Polrestabes Surabaya yang serentak memasang banner imbauan untuk tidak mudik. Seperti yang tampak di setiap RT/RW di Kecamatan Genteng.

Beberapa banner dipasang oleh warga bersama Bhabinkamtibmas Polsek Genteng. Harapannya, tulisan dalam banner tersebut bisa menggugah kesadaran masyarakat dalam menekan penyebaran Corona.

Salah satu banner bertuliskan ‘ojok muleh nang ndeso nek pengen keluargamu sehat kabeh, nek muleh nak ndeso isok ditunda, nek kenek Corona ora iso opo-opo’. Selain itu juga ada banner yang mengajak warga untuk tetap di rumah selama wabah Corona. ‘Wedang pokak campur jahe luwe enak nang omah wae’.

Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Anton Elfrino Trisanto mengatakan, pihaknya mengerahkan seluruh polsek jajaran untuk menggugah kesadaran masyarakat dalam pencegahan COVID-19 di Surabaya.

“Pemasangan banner imbauan itu dilakukan sejak minggu lalu secara serentak. Tujuannya agar masyarakat bisa mawas diri dan membangun kesadaran untuk menjaga kesehatan sesuai protokol kesehatan yang telah diimbau oleh pemerintah dan maklumat Kapolri,” kata Anton kepada GAEKON, Minggu (19/4).

W For GAEKON